
ThePhrase.id - Pembangunan fase 2A oleh PT MRT Jakarta berhasil melampaui target. Hingga 25 Januari 2026, progres konstruksi telah mencapai 56,88 persen, lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebesar 55,76 persen. Perseroan menargetkan progres pembangunan dapat menembus 65 persen pada akhir 2026.
Secara keseluruhan, fase 2A proyek MRT Jakarta terbagi menjadi dua segmen. Segmen pertama, rute Bundaran HI hingga Harmoni, ditargetkan selesai pada 2027. Sementara segmen kedua dari Harmoni hingga Kota dijadwalkan rampung pada 2029. Jalur sepanjang sekitar 5,8 kilometer ini nantinya akan dilengkapi tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
Proyek fase 2A akan menghubungkan Bundaran HI hingga Kota dengan nilai investasi sekitar Rp25,3 triliun melalui kerja sama pendanaan antara pemerintah Indonesia dan Jepang. Berbeda dengan fase pertama, pembangunan kali ini juga mengusung konsep kawasan berorientasi transit atau transit-oriented development (TOD) yang mengintegrasikan stasiun dengan kawasan di sekitarnya agar lebih ramah bagi pejalan kaki serta pengguna transportasi umum.
Pada Januari 2026, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan entrance Stasiun Harmoni di area parkir pertokoan Duta Merlin, Jakarta Pusat. Pembangunan fasilitas pendukung stasiun ini dilakukan di atas lahan seluas sekitar 2.186 meter persegi yang terletak di sisi barat Stasiun Harmoni.
“Pembangunan MRT Jakarta menandai keseriusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Harmoni merupakan pusat bisnis yang strategis sehingga pembangunan MRT dan pengembangan TOD akan menumbuhkan kembali simpul aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” ujar Pramono.
Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat menjelaskan bahwa pembangunan MRT Jakarta fase 2A merupakan tahapan penting dalam melanjutkan pengembangan sistem perkeretaapian perkotaan modern di Jakarta.
“Stasiun ini memiliki panjang sekitar 252 meter dan terletak di kedalaman hingga 17 meter di bawah permukaan tanah. Terdiri dari dua lantai, stasiun ini dilengkapi dengan tujuh entre, yaitu dua di sisi barat, dua di sisi timur, dan tiga di bagian tengah yang terintegrasi dengan halte BRT Transjakarta,” jelas Tuhiyat dalam rilisnya (20/1).
Di sisi lain, jumlah pengguna MRT Jakarta terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari 2026, rata-rata tercatat 135.332 penumpang menggunakan layanan MRT setiap hari. Pada hari kerja jumlahnya mencapai sekitar 159.492 penumpang per hari, sementara pada akhir pekan sekitar 91.406 penumpang per hari, dengan total 4.195.303 penumpang selama Januari.
Stasiun dengan jumlah penumpang tertinggi tercatat di Stasiun Dukuh Atas BNI, diikuti Blok M BCA dan Bundaran HI Bank Jakarta. Tingginya aktivitas di stasiun tersebut dipengaruhi oleh integrasi dengan berbagai moda transportasi lain serta aktivitas kawasan di sekitarnya. Relasi perjalanan Dukuh Atas BNI menuju Blok M BCA juga menjadi salah satu rute favorit pengguna.
Untuk meningkatkan jumlah penumpang, MRT Jakarta menggandeng berbagai pihak, mulai dari sektor pariwisata, pusat perbelanjaan, hingga operator transportasi pengumpan. Kehadiran moda feeder ini bahkan menyumbang sekitar 22 hingga 23 persen dari total penumpang MRT. Selain itu, berbagai inovasi layanan juga terus dikembangkan, seperti pembelian tiket melalui aplikasi hingga program gaya hidup bagi pengguna transportasi publik. [nadira]