
ThePhrase.id - Pemerintah tengah menyiapkan rencana pembangunan jaringan kereta api sepanjang 2.772 kilometer di Pulau Kalimantan sebagai langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung distribusi logistik yang lebih efisien.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan bahwa rencana tersebut saat ini masih dalam tahap penghitungan dan perencanaan matang.
“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” kata AHY usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Rabu (22/4), melansir Antara News.
Menurutnya, pemerintah tengah mengkaji berbagai aspek, mulai dari kebutuhan infrastruktur, potensi ekonomi daerah, hingga skema pembiayaan yang memungkinkan proyek ini dapat berjalan secara berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah juga akan membentuk komite khusus yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait. Komite ini bertugas mengakomodasi masukan lintas sektor serta menyempurnakan desain besar pengembangan jaringan perkeretaapian nasional.
Komite tersebut akan berperan dalam memperbarui Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas) agar lebih relevan dengan kebutuhan pembangunan di Kalimantan, termasuk mendukung pengembangan kawasan industri dan wilayah strategis nasional.
Pasalnya hingga kini Kalimantan belum memiliki jaringan kereta api aktif, sehingga panjang jalur rel di wilayah tersebut masih tercatat nol kilometer. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang besar, mengingat Kalimantan memiliki sumber daya alam melimpah, seperti batu bara, mineral, dan hasil perkebunan.
Dengan adanya jaringan kereta api, distribusi komoditas tersebut diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, efisien, dan berbiaya rendah dibandingkan moda transportasi yang selama ini digunakan, seperti truk dan jalur sungai. Selain itu, kereta api juga dinilai lebih ramah lingkungan dan mampu mengurangi beban lalu lintas di jalan raya.
Pemerintah juga melihat pembangunan ini sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa. Jalur kereta api nantinya diharapkan mampu menghubungkan wilayah utara, timur, selatan, tengah, hingga barat Kalimantan, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Meski memiliki potensi besar, pemerintah belum menetapkan target waktu pembangunan maupun rute detail yang akan dikembangkan. Hal ini karena proses pembahasan lintas kementerian dan lembaga masih terus berlangsung, termasuk dalam menentukan prioritas pembangunan serta kesiapan investasi di masing-masing wilayah. [Syifaa]