trending

Pemilu Israel 2026: Netanyahu Terancam Kehilangan Kekuasaan, Oposisi Desak Mundur

Penulis Rangga Bijak Aditya
Oct 28, 2026
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (kiri) dan Pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot (kanan). (Foto: X/IsraeliPM dan Instagram/gadi_eisenkot)
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (kiri) dan Pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot (kanan). (Foto: X/IsraeliPM dan Instagram/gadi_eisenkot)

ThePhrase.id - Pemerintah Israel menggelar pemilihan umum (pemilu) pada Selasa (27/10), menghadirkan persaingan ketat antara Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dan tokoh oposisi, Gadi Eisenkot.

Hasil hitung cepat atau exit poll menunjukkan blok pendukung Netanyahu kehilangan keunggulan mayoritas, tetapi oposisi juga belum memiliki cukup kursi untuk membentuk pemerintahan sendiri.

Sebagai informasi, pemilu ini memilih anggota Knesset, parlemen Israel, yang memiliki 120 kursi. Berbeda dengan pemilihan presiden langsung, warga Israel memilih partai politik. Partai-partai kemudian membentuk koalisi untuk memperoleh dukungan minimal 61 kursi, jumlah yang dibutuhkan untuk menguasai mayoritas parlemen.

Menurut exit poll sejumlah stasiun televisi Israel, dilansir Reuters pada Rabu (28/10) pagi, blok Netanyahu meraih sekitar 51–52 kursi, sedangkan blok oposisi diperkirakan memperoleh 49–51 kursi. Sementara partai-partai Arab diproyeksikan mendapatkan 18–19 kursi dan berpotensi menjadi penentu pembentukan pemerintahan.

Meski demikian, angka tersebut belum merupakan hasil resmi. Partai Likud yang dipimpin Netanyahu diperkirakan tetap menjadi salah satu partai terbesar. Namun, keunggulan jumlah kursi antarblok dan kemampuan membangun koalisi lebih menentukan siapa yang dapat menjadi perdana menteri berikutnya.

Eisenkot Desak Netanyahu Mundur

Pemimpin Partai Yashar sekaligus mantan kepala staf militer Israel, Gadi Eisenkot menyebut hasil awal pemilu sebagai tanda menurunnya kepercayaan publik terhadap Netanyahu.

“Publik memilih perubahan. Koalisi kegagalan telah kehilangan kepercayaan rakyat. Publik Israel telah memilih menentang kelanjutan Netanyahu sebagai perdana menteri,” kata Eisenkot, dikutip Times of Israel setelah hasil exit poll diumumkan.

Ia juga meminta Netanyahu untuk menerima “mosi tidak percaya” dari rakyat dan mundur dari dunia politik.

“Saya akan melakukan segala daya upaya untuk membentuk pemerintahan Zionis yang melayani semua pihak,” ujarnya.

Eisenkot turut memperingatkan Netanyahu agar tidak menggunakan isu keamanan Israel untuk kepentingan politik selama masih menjabat sebagai perdana menteri sementara.

Siapa Gadi Eisenkot?

Gadi Eisenkot lahir pada 1960 di Tiberias, Israel, dari keluarga keturunan Yahudi Maroko. Ia berkarier di militer sejak muda dan menjabat sebagai kepala staf Angkatan Pertahanan Israel (IDF) pada 2015–2019.

Menurut The Guardian, Eisenkot bukan pendatang baru dalam isu keamanan. Ia pernah bertugas di berbagai posisi komando, termasuk memimpin Komando Utara Israel. Putranya, Gal Meir Eisenkot, tewas dalam pertempuran di Gaza pada Desember 2023. Tragedi tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman pribadinya terkait perang.

Dalam politik, Eisenkot mengusung citra pemimpin berlatar belakang militer yang menekankan tanggung jawab nasional, pembagian beban wajib militer yang lebih merata, serta pergantian kepemimpinan.

Meski menentang Netanyahu, ia tetap mendukung pendekatan keamanan yang tegas terhadap ancaman Israel. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic