
ThePhrase.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal menetapkan langkah tanggap darurat menyusul banjir bandang yang melanda Kawasan Wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, pada Sabtu dini hari (24/1). Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur penting dan mengganggu aktivitas warga serta wisatawan.
Pelaksana Harian (Plh.) Bupati Tegal Ahmad Kholid bersama jajaran Forkopimda dan perangkat daerah terkait langsung meninjau lokasi terdampak sebagai bagian dari respons cepat pemerintah daerah dalam menangani bencana.
Penetapan status tanggap darurat ini akan dilaksanakan selama 14 hari ke depan sebagai langkah penanganan darurat yang mengalami kerusakan bangunan maupun fasilitas kawasan objek wisata.
Hasil asesmen awal menunjukkan banjir bandang mengakibatkan sedikitnya tiga jembatan utama terputus. Akses menuju sejumlah destinasi wisata, seperti Curug Jedor dan Pancuran 13, turut terdampak sehingga mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata terhambat.
Untuk menjamin keselamatan, Pemerintah Kabupaten Tegal menutup sementara objek wisata Pancoran 13 dan Pancoran 5 hingga kondisi dinyatakan aman. Selain itu, tiket masuk Kawasan Wisata Guci digratiskan selama masa penanganan darurat guna menghindari kerumunan di area rawan.
“Keselamatan masyarakat dan wisatawan menjadi prioritas utama. Untuk sementara kawasan rawan kami tutup hingga kondisi benar-benar aman,” ujar Ahmad Kholid.
Sebagai solusi sementara, pemerintah daerah menyiapkan pembangunan jembatan Bailey guna menjaga akses warga tetap berjalan. Aparat keamanan bersama BPBD terus melakukan pengamanan dan pemantauan intensif di lokasi terdampak.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh dampak yang ditimbulkan sejauh ini berupa kerugian material.
Pemkab Tegal mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati area terdampak, mematuhi rambu peringatan serta arahan petugas, dan tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan masih tinggi.
Penanganan darurat dan asesmen lanjutan terus dilakukan, sembari menyiapkan langkah pemulihan jangka menengah dan panjang setelah kondisi dinyatakan aman. [Syifaa]