
ThePhrase.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp31 miliar untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sepanjang tahun 2026. Anggaran tersebut dialokasikan sebagai upaya mengantisipasi hujan berintensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan banjir di wilayah Ibu Kota.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan alokasi anggaran tersebut telah dikalkulasikan untuk kebutuhan OMC selama satu tahun penuh. “Kita sudah kalkulasikan sepanjang tahun itu Rp31 miliar,” ujarnya, melansir Antara.
Yohan menjelaskan, pada awalnya anggaran OMC hanya disiapkan sebesar Rp7 miliar. Namun, setelah mempertimbangkan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait proyeksi kondisi cuaca pada 2026, Pemprov DKI memutuskan menambah alokasi dana tersebut.
Penambahan anggaran juga mempertimbangkan rencana pelaksanaan OMC pada musim kemarau. Jika pada musim hujan OMC bertujuan mengurangi intensitas curah hujan di daratan, maka pada musim kering operasi justru diarahkan agar hujan turun di wilayah darat, bukan di laut.
Meski demikian, Yohan menegaskan anggaran Rp31 miliar tersebut tidak harus terserap seluruhnya. Pelaksanaan OMC akan disesuaikan dengan kondisi cuaca dan situasi di lapangan. Apabila kondisi dinilai cukup kondusif, maka operasi tidak akan dilakukan.
Untuk tahap awal hingga pertengahan tahun, Pemprov DKI menyiapkan anggaran sekitar Rp7 miliar. Dana tersebut digunakan berdasarkan intensitas dan frekuensi penerbangan OMC, termasuk kebutuhan bahan semai berupa garam atau Natrium Klorida. Dalam satu hari, umumnya dilakukan tiga kali penerbangan dengan kebutuhan NaCl berkisar antara 800 kilogram hingga satu ton per penerbangan, sesuai perhitungan BMKG.
Pelaksanaan OMC sendiri telah dimulai sejak 16 Januari 2026 dan direncanakan berlangsung hingga 20 Januari 2026. Operasi ini menggunakan pesawat CASA A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. BPBD DKI Jakarta bekerja sama dengan BMKG, TNI Angkatan Udara, serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menilai OMC memiliki peran penting dalam menekan dampak genangan di Jakarta. Menurutnya, tanpa upaya tersebut, wilayah terdampak genangan berpotensi lebih luas.
BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang. Masyarakat diharapkan turut menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air. Informasi kebencanaan dan peringatan dini cuaca dapat diakses melalui layanan Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, situs resmi BPBD DKI Jakarta, serta akun media sosial @bpbddkijakarta. [nadira]