regional

Pemprov Jabar Memulai Revitalisasi Gedung Sate Terintegrasi dengan Lapangan Gasibu

Penulis Ashila Syifaa
Apr 17, 2026
Gedung Sate. (Foto: Wikimedia Commons/Rahmatdenas)
Gedung Sate. (Foto: Wikimedia Commons/Rahmatdenas)

ThePhrase.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) telah memulai revitalisasi kawasan Gedung Sate yang akan terintegrasi dengan Lapangan Gasibu sejak awal April 2026. Proyek revitalisasi ini dimulai dengan pengerjaan di Plaza A atau halaman depan Gedung Sate.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan penataan ulang ini bertujuan untuk mengembalikan karakter Gedung Sate sebagai bangunan bersejarah sekaligus simbol pemerintahan. Menurutnya, kondisi Gedung Sate saat ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan identitas aslinya.

Salah satu perubahan dalam revitalisasi ini adalah menghadirkan wajah baru Gedung Sate melalui pembangunan plaza yang terintegrasi langsung dengan Lapangan Gasibu. Plaza tersebut nantinya akan menjadi ruang terbuka luas dan simetris sebagai penghubung kedua kawasan. Selain itu, penataan ulang ini juga mencakup perubahan jalur lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa Jalan Diponegoro yang berada tepat di depan Gedung Sate tidak akan ditutup, melainkan dialihkan.

"Jalan Diponegoro tidak ditutup, tapi dialihkan. Sebagian lahan Gasibu akan digunakan untuk jalan baru, sementara badan Jalan Diponegoro yang sekarang akan diubah menjadi halaman Gedung Sate. Jadi tukeran saja, jalurnya nanti berbelok sehingga kawasan Gedung Sate sampai Gasibu menyatu," jelasnya, melansir Kompas.com.

Selain menghadirkan ruang terbuka yang lebih luas bagi masyarakat, revitalisasi ini juga bertujuan untuk memastikan arus lalu lintas di Jalan Diponegoro tetap lancar, terutama saat terdapat aktivitas seperti unjuk rasa.

Pasalnya, menurut Dedi, selama ini setiap ada unjuk rasa di depan Gedung Sate berdampak pada penutupan Jalan Diponegoro. Ia menambahkan bahwa pola lalu lintas akan diubah menjadi melingkar di sekitar kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu.

"Bukan (ditutup), jalannya melingkar. Jadi kan itu Gedung Sate ini Jalan Diponegoro. Nanti muter ke depan Pullman, belok kanan. Nanti sebagian Gasibu digunakan untuk jembatan di ujungnya, jadi lebih baik," ungkap Dedi.

Sebagaimana dilansir Detik Jabar, Dedi memastikan ke depannya kemacetan tidak akan terulang karena skema jalan akan diubah tanpa mengganggu aktivitas di halaman Gedung Sate. Dengan demikian, halaman Gedung Sate dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk aksi unjuk rasa tanpa mengganggu lalu lintas.

Di sisi lain, masalah elemen bersejarah di Kawasan tersebut tidak perlu dikhawatirkan, karena batu prasasti yang terpajang di halaman Gdeung Sate tidak akan dipindahkan. Gubernur Jabar itu menekankan bahwa penataan ini hanya bertujuan untuk memperluas ruang terbuka dan menyatukan kawasan Gedung Sate dan Gasibu agar lebih representatif. [Syifaa]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic