e-biz

Pencinta Emas? Ini Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu!

Penulis Firda Ayu
Mar 26, 2026
Ilustrasi koleksi emas (Foto: by Andrej Sachov on Unsplash)
Ilustrasi koleksi emas (Foto: by Andrej Sachov on Unsplash)

ThePhrase.id – Memastikan keaslian emas tentu menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi investor emas maupun yang gemar mengoleksi perhiasan emas. 

Nilai emas yang tinggi membuatnya kerap kali dipalsukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, penting bagi investor pemula maupun kolektor emas untuk memiliki pengetahuan cara membedakan emas asli dan palsu. 

Semakin tinggi kadar emas, semakin tinggi pula nilainya di pasar. Emas dengan kadar tertinggi adalah 24 karat yang mengandung sekitar 99,9% emas murni dan umumnya berbentuk batangan. Sementara itu, untuk perhiasan, kadar yang umum digunakan adalah 18 karat atau sekitar 75% emas murni yang dicampur dengan logam lain agar lebih kuat.

Selain melihat kadar, keaslian emas juga dapat dikenali dari sifat dan karakteristiknya. Melansir Pegadaian, ini dia beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membedakan emas asli dan palsu.

Memperhatikan Ciri-Ciri Fisik

Fisik perhiasan emas asli biasanya dapat dikenali lewat cap atau kode tertentu yang menunjukkan kadar dan asalnya, seperti angka 1 hingga 999 atau penanda karat seperti 10K, 18K, 22K, hingga 24K. Cap ini umumnya diukir dengan rapi dan jelas sehingga mudah dikenali.

Menguji dengan Magnet

Emas merupakan logam yang tidak bersifat magnetis sehingga tidak akan tertarik magnet. Efektif digunakan untuk melakukan pengecekan emas batangan, cara ini tidak selalu akurat pada perhiasan emas. Hal ini karena perhiasan biasanya dicampur dengan logam lain yang bisa saja bereaksi terhadap magnet, terutama pada emas dengan kadar lebih rendah.

Menggores Emas dengan Keramik

Untuk menguji emas dengan cara ini, gunakan keramik polos dan goreskan emas secara perlahan. Jika muncul goresan hitam, kemungkinan emas tersebut mengandung logam lain. Sebaliknya, emas asli tidak meninggalkan goresan hitam dan tetap tampak kuning mengilap.

Meneteskan Asam Nitrat

Emas asli tidak akan bereaksi saat ditetesi asam nitrat. Sementara itu, emas palsu akan menunjukkan perubahan warna tertentu. Meski demikian, cara ini cukup berisiko dan sebaiknya tidak dilakukan tanpa perlindungan yang memadai.

Menggigit Emas

Emas asli terutama yang berkadar tinggi relatif lunak sehingga bisa meninggalkan bekas gigitan, sedangkan emas palsu biasanya tidak. Namun, metode ini kurang direkomendasikan karena dapat merusak bentuk perhiasan.

Mencium Bau Emas

Meski terkena air maupun keringat, emas asli tidak akan mengeluarkan bau. Jadi, jika tercium bau amis atau karat pada emas, kemungkinan terdapat campuran logam lain seperti tembaga atau kuningan.

Mengecek Konduktivitas

Emas merupakan penghantar panas yang baik. Sifat inilah yang membuatnya sering digunakan dalam komponen elektronik seperti chip komputer hingga pelindung helm astronot.

Mengetes Suara Dering

Emas asli, terutama dalam bentuk batangan, akan menghasilkan suara nyaring dan panjang saat dijatuhkan di permukaan keras. Sebaliknya, emas palsu cenderung menghasilkan suara yang lebih pendek dan tidak terlalu nyaring.

Mengukur Kepadatan Emas

Untuk mengecek keaslian emas, kamu bisa melakukan penghitungan massa dan volume pergeseran air. Emas murni 24 karat memiliki kepadatan sekitar 19,3 g/ml. Semakin mendekati angka tersebut, semakin tinggi kemungkinan emas tersebut asli, meskipun nilainya dapat berbeda tergantung kadar.

Menguji Secara Profesional

Jika masih ragu, cara paling aman adalah membawa emas ke lembaga terpercaya seperti Pegadaian untuk diuji keasliannya. Selain itu, emas batangan biasanya dilengkapi sertifikat resmi sebagai bukti tambahan. [fa]

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic