trending

Peneliti Formappi Soroti Kisruh LCC 4 Pilar MPR di Kalbar: peristiwa memalukan bagi bangsa

Penulis M. Hafid
May 12, 2026
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus. Foto: Instagram @luciuskarus
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus. Foto: Instagram @luciuskarus

ThePhrase.id - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial merupakan peristiwa memalukan bagi bangsa.

Menurut Lucius, protes peserta yang merasa dirugikan akibat ketidakcermatan tim juri dalam mendengar jawaban peserta menunjukkan runtuhnya nilai-nilai utama kebangsaan yang selama ini disosialisasikan melalui program 4 Pilar MPR RI.

“Ini peristiwa memalukan bagi bangsa secara keseluruhan karena nilai-nilai utama kebangsaan yang menjadi pijakan sosialisasi 4 Pilar benar-benar runtuh dalam peristiwa itu,” kata Lucius, Selasa (12/5).

Ia menyoroti hilangnya nilai kejujuran dan keadilan yang sejatinya menjadi prinsip dasar dalam Pancasila dan UUD 1945. Ironisnya, kata dia, hal itu justru terjadi dalam kegiatan yang diselenggarakan lembaga negara yang memiliki tugas utama menyosialisasikan nilai-nilai kebangsaan.

Lucius menyebut MPR merupakan lembaga dengan fungsi yang relatif terbatas dibanding DPR maupun DPD. Karena itu, menurut dia, tidak seharusnya ada ruang bagi kesalahan mendasar dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi 4 Pilar.

“MPR itu fokus pada sosialisasi 4 Pilar dan studi konstitusi. Dengan anggaran yang besar dan fungsi yang terbatas, seharusnya tidak ada ruang bagi kesalahan untuk isu-isu kebangsaan,” ujarnya.

Ia juga mengkritik dua dari tiga juri LCC yang dinilai mempertontonkan ketidakjujuran dan ketidakadilan secara terbuka di hadapan publik, khususnya generasi muda.

“Ketidakjujuran dan ketidakadilan mereka dalam memberikan penilaian sungguh bertentangan dengan prinsip kebangsaan yang menjadi spirit utama kerja MPR,” katanya.

Lucius menilai insiden tersebut berpotensi meruntuhkan kepercayaan publik terhadap MPR RI sebagai lembaga yang mengemban tugas sosialisasi 4 Pilar.

“Sosialisasi macam apa yang akan diberikan ketika orang-orang di lingkup MPR sendiri justru tidak menjiwai nilai-nilai kebangsaan yang ingin disampaikan?” ujarnya.

Karena itu, Lucius meminta MPR RI segera mengambil langkah tegas dengan memberhentikan dua juri yang dianggap bermasalah dalam pelaksanaan LCC tersebut.

“Respons paling cepat adalah memberhentikan dua anggota juri LCC yang memalukan itu. Mereka mempertontonkan rusaknya nilai-nilai kebangsaan di hadapan calon pemimpin bangsa,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta MPR melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program LCC sebagai bagian dari sosialisasi 4 Pilar.

Menurutnya, program sosialisasi 4 Pilar selama ini kerap dikritik karena lebih bersifat rutinitas tanpa ukuran dampak yang jelas.

“Tak ada kontrol atas dampak, tidak ada kurikulum jelas dengan kalender pelaksanaan yang terukur. Lebih banyak sosialisasi ini menjadi ajang kampanye anggota MPR,” katanya.

Lucius menambahkan, viralnya kasus LCC Kalbar seharusnya menjadi momentum bagi MPR untuk mengevaluasi secara serius peran dan fungsi kelembagaannya di tengah masyarakat. (M Hafid)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic