trending

Penemuan 995 Senjata Api di Sekolah Swasta Kebayoran Lama: Picu Perbedaan Klaim hingga Dugaan Rekayasa

Penulis Rangga Bijak Aditya
Aug 07, 2026
Ilustrasi garis polisi. (Foto: pixabay/hunt-er)
Ilustrasi garis polisi. (Foto: pixabay/hunt-er)

ThePhrase.id - Penemuan ratusan senjata di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, memunculkan sejumlah fakta baru sekaligus perbedaan keterangan antara pihak yayasan dan mantan pengurus yayasan.

Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji mengungkap bahwa penemuan awal terjadi pada 10 Juli 2026 saat pihak sekolah membuka sebuah ruangan yang sudah lama tidak digunakan dan rencananya akan dimanfaatkan kembali.

Dari ruangan tersebut ditemukan 995 senjata genggam serta satu pucuk shotgun kaliber 12/70. Setelah temuan itu, yayasan langsung melaporkannya kepada kepolisian.

Sekitar sebulan kemudian, tepatnya pada Rabu, 5 Agustus 2026, yayasan kembali membuka ruangan lain, kali ini dengan pendampingan polisi. Ruangan tersebut sebelumnya merupakan kantor ketua yayasan dan pernah ditempati seseorang berinisial IWD sebelum diberhentikan pada April 2026 lalu.

Dalam penggeledahan itu, ditemukan sejumlah barang yang dinilai lebih serius, yakni:

  • 4 senjata laras panjang
  • 2 senjata laras pendek
  • Alat peredam
  • 7 magasin
  • Amunisi berbagai kaliber
  • Sejumlah airsoft gun
  • Taser gun
  • Alat pembuat peluru
  • Buku panduan pembuatan peluru
  • Berbagai aksesori senjata

“Namun, tiba-tiba ketika kita membuka (ruangan) untuk kepentingan sekolah ini, kita temukan peralatan yang disebut senjata. Air gun yang bisa membunuh karena larasnya itu polos tidak ada alur,” kata Untung di Mapolres Metro Jakarta Selatan, pada Kamis (6/8), melansir Kompas.com.

Menurut Untung, keberadaan alat pembuat amunisi menjadi temuan yang paling mengundang tanda tanya.

“Dan alat pembuat peluru yang sangat dilarang. Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini? Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ?” tukasnya.

Selain perlengkapan senjata, tim juga menemukan sekitar 25 keping VCD porno, dua linting ganja, satu plastik klip kecil berisi sabu, serta narkotika lainnya yang diduga berkaitan dengan IWD.

Seluruh barang yang ditemukan kini telah diserahkan kepada Polres Metro Jakarta Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, kuasa hukum yayasan, Hermawanto menyebut masih ada beberapa ruangan yang belum dapat dibuka, termasuk ruangan yang disebut menyerupai bunker. Yayasan meminta kepolisian membuka seluruh ruangan karena diduga memiliki akses tersembunyi yang memungkinkan keluar-masuk barang tanpa diketahui.

Kuasa Hukum IWD Klarifikasi: Diduga Ada Rekayasa

Di sisi lain, kuasa hukum IWD, Alhadid Endar Putra membantah berbagai tudingan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa 995 pucuk yang ditemukan bukan senjata api, melainkan airsoft gun legal milik PT Lokta Karya Perbakin yang telah mengantongi izin Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri sejak 2008.

Menurutnya, perlengkapan itu disimpan di sekolah sejak 2021 untuk rencana ekstrakurikuler menembak dan panahan, yang pada akhirnya batal terlaksana karena pembina kegiatan meninggal dunia.

Lebih lanjut, Alhadid menilai bahwa temuan senjata api, narkotika, dan barang lainnya tidak wajar karena IWD telah diberhentikan sejak April. Sejak saat itu IWD dan Alhadid tidak lagi diperbolehkan masuk ke lingkungan sekolah, termasuk untuk membawa pergi ratusan airsoft gun tersebut.

Ia menduga ada pihak yang sengaja menempatkan barang-barang tersebut sebagaimana kunci ruangan yang tidak pernah dibawa IWD setelah dipecat, serta jeda waktu yang cukup panjang setelah pemecatan tersebut hingga penggeledahan ruangan.

“Ini kan sudah tahu mereka di sekolah ini. Bahkan saya dapat info ini settingan semua jadinya pemeriksaan dan lain sebagainya,” tandasnya. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic