trending

Penerbit Tarik Buku Sally Rooney dari Inggris Usai Dukung Palestina

Penulis Nadira Sekar
Oct 15, 2026
Foto: Buku-buku Karya Sally Rooney (dok. Faber)
Foto: Buku-buku Karya Sally Rooney (dok. Faber)

ThePhrase.id - Penulis Irlandia Sally Rooney mengungkap bahwa penerbitnya, Faber, telah menghentikan distribusi buku-bukunya di Inggris. Keputusan itu diambil setelah Rooney menyatakan dukungannya kepada kelompok pro-Palestina, Palestine Action, yang kini berstatus organisasi terlarang di negara tersebut.

Dikutip dari The Guardian, Rabu (14/10), Rooney menyebut penerbitan karyanya di Inggris berpotensi menjadi tindak pidana serius sejak pemerintah Inggris melarang Palestine Action. Pemerintah Inggris melarangnya setelah sejumlah aktivisnya diduga memasuki pangkalan Angkatan Udara Kerajaan dan merusak dua pesawat militer pada Juni 2025.

Status tersebut membuat dukungan terhadap Palestine Action berisiko dijerat undang-undang antiterorisme Inggris. Pasal 15 Terrorism Act 2000, misalnya, mengatur tindak pidana terkait penyediaan dana atau aset apabila seseorang mengetahui atau memiliki alasan yang cukup untuk menduga dana itu akan digunakan untuk tujuan terorisme.

Rooney sendiri sebelumnya juga menyatakan akan menyumbangkan pendapatan dari penjualan buku dan adaptasi televisi karyanya untuk Palestine Action. Pada Agustus 2025, ia menerbitkan tulisan opini yang menegaskan komitmennya mendukung kelompok itu meski telah dilarang. Pada tahun yang sama, ia juga membatalkan perjalanan ke Inggris untuk menerima penghargaan sastra Sky Arts karena khawatir ditangkap.

Kini, ia menegaskan tidak akan menarik keyakinannya meski harus menanggung konsekuensi bagi karier dan penghasilannya. “Saya telah berupaya sejujur mungkin kepada publik mengenai keyakinan dan niat saya, dan saya sepenuhnya siap menerima konsekuensinya,” ujar Rooney dalam pernyataan yang dikutip BBC News.

Merespons pernyataan tersebut, penerbit Faber membenarkan penghentian distribusi buku Rooney di Inggris, baik dalam format cetak maupun digital. Mengutip pernyataan penerbit kepada BBC News, peraturan yang berlaku membuat Faber tidak dapat meneruskan pendapatan dari penjualan buku di Inggris kepada Rooney. Menjual karya seorang penulis tanpa bisa menyalurkan hasilnya kepada sang penulis dinilai sebagai situasi yang tidak dapat diterima, sehingga Faber memutuskan menghentikan pasokan buku Rooney di Inggris dengan persetujuan penulisnya.

Meski begitu, buku-buku yang sudah ada di toko masih boleh dijual. Namun, toko tidak bisa lagi memesan stok baru dari penerbit.

Dampaknya diperkirakan cukup besar mengingat popularitas Rooney di Inggris. Melansir The Guardian, novel ‘Normal People’ telah terjual lebih dari satu juta eksemplar di negara itu, sementara ‘Conversations with Friends’ dan ‘Beautiful World, Where Are You’ masing-masing terjual lebih dari 500.000 eksemplar. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic