sportPiala Dunia 2026

Pengamanan Berlapis dan Super Ketat Disiapkan untuk Inggris Vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026

Penulis Ahmad Haidir
Jul 15, 2026
Pertandingan Timnas Inggris kontra Timnas Argentina menjadi salah satu laga dengan tingkat risiko tinggi selama Piala Dunia mengingat rivalitas panjang kedua negara. Foto Instagram Timnas Inggris.
Pertandingan Timnas Inggris kontra Timnas Argentina menjadi salah satu laga dengan tingkat risiko tinggi selama Piala Dunia mengingat rivalitas panjang kedua negara. Foto Instagram Timnas Inggris.

Thephrase.id - Departemen Kepolisian Atlanta (APD) memastikan akan memperketat pengamanan di seluruh wilayah kota menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Timnas Inggris melawan Timnas Argentina yang akan digelar pada Kamis, 16 Juli 2026 dini hari WIB.

Pertandingan tersebut menjadi salah satu laga dengan tingkat risiko tinggi selama Piala Dunia mengingat rivalitas panjang kedua negara yang berakar dari Perang Falklands pada 1982. Selain itu, ditambah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan bentrokan suporter Timnas Inggris dan Timnas Argentina di Miami seusai perempat final akhir pekan lalu.

Sebagai tuan rumah pertandingan semifinal, APD telah menyiapkan tambahan personel beserta berbagai sumber daya untuk ditempatkan di sekitar stadion, kawasan hiburan, hingga area dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.

"Saat Atlanta bersiap menjadi tuan rumah semifinal Piala Dunia FIFA dan menyambut meningkatnya jumlah warga serta pengunjung, Departemen Kepolisian Atlanta telah meningkatkan langkah pengamanan dan keselamatan di seluruh kota," demikian pernyataan resmi APD dilansir The Athletic.

"Personel tambahan dan berbagai sumber daya telah dikerahkan dan akan terus ditempatkan secara strategis di sekitar lokasi pertandingan, kawasan hiburan, serta area dengan lalu lintas tinggi untuk membantu memastikan pengalaman yang aman dan menyenangkan bagi semua orang. Langkah-langkah proaktif ini dirancang untuk melindungi masyarakat, mencegah tindak kriminal, serta memastikan warga dan pengunjung dapat menikmati momen bersejarah ini dengan aman," lanjut pernyataan tersebut.

Sementara itu, Kepolisian Inggris memastikan tidak akan mengirim tambahan personel ke Amerika Serikat karena satuan UK Football Policing Unit (UKFPU) yang dipimpin Superintendent Gareth Parkin bersama dua petugas lainnya telah berada di Amerika Serikat sepanjang Piala Dunia untuk membantu aparat setempat dan mendampingi suporter Timnas Inggris.

"Seperti pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, petugas dari UKFPU terus bekerja sama dengan aparat penegak hukum di Atlanta menjelang semifinal hari Rabu. Berdasarkan pengalaman dari laga-laga sebelumnya serta perencanaan selama turnamen, kerja sama di semua pihak berjalan dengan sangat baik demi menghadirkan pertandingan yang aman dan bebas dari gangguan," ujar juru bicara UKFPU dilansir The Athletic.

"Itulah pola yang kami lihat dari para pendukung Timnas Inggris selama berada di Amerika Serikat dan Meksiko karena perilaku mereka sangat baik. Kami tidak akan mengirim tambahan petugas dari Inggris karena personel yang sudah berada di sana memiliki pengalaman yang sangat luas dan akan terus bekerja sama dengan kelompok suporter serta berbagai pihak demi memastikan keselamatan dan kenyamanan para pendukung," lanjutnya.

Seperti pada pertandingan-pertandingan sebelumnya di Piala Dunia 2026, suporter kedua tim tidak akan dipisahkan di dalam stadion karena FIFA hanya menyediakan alokasi tiket tertentu di belakang gawang bagi masing-masing federasi, sementara pendukung yang membeli tiket di area lain tetap dapat duduk berdampingan.

Meski tidak mengungkap apakah akan menerapkan protokol tambahan khusus untuk laga semifinal di Atlanta, FIFA memastikan seluruh pertandingan yang tersisa tetap akan mendapat pengamanan maksimal.

"Pengaturan keamanan yang komprehensif dan kuat akan diterapkan pada seluruh pertandingan yang tersisa. Tidak ada insiden besar yang terjadi sejauh ini dan semangat persatuan serta saling menghormati itulah yang kami harapkan terus berlanjut," kata juru bicara FIFA dilansir The Athletic.

Di sisi lain, Kepala UKFPU, Mark Roberts, memberikan apresiasi terhadap perilaku pendukung Timnas Inggris yang hadir langsung di Amerika Serikat dan Meksiko, namun menyayangkan situasi berbeda justru terjadi di Inggris setelah kemenangan atas Timnas Norwegia pada babak perempat final.

Menurut data UKFPU, lebih dari 500 insiden dilaporkan dan lebih dari 100 orang ditangkap setelah pertandingan tersebut, dengan sebagian besar kasus berkaitan dengan konsumsi minuman beralkohol menyusul diperpanjangnya jam operasional pub selama laga berlangsung.

"Perilaku para pendukung Timnas Inggris di Amerika Serikat dan Meksiko sepanjang turnamen ini sangat luar biasa, termasuk pada Sabtu malam. Atmosfer pertandingan penuh semangat, tetapi tetap bersahabat dan tidak ada permusuhan di antara kedua kelompok suporter setelah laga usai," tegas Roberts.

"Sangat disayangkan hal yang sama tidak terjadi di Inggris. Sepanjang Sabtu malam hingga Minggu dini hari kami menerima lebih dari 500 laporan insiden dengan lebih dari 100 penangkapan di berbagai wilayah. Sebagian besar insiden berkaitan dengan alkohol dan meningkatnya jam operasional tempat usaha membuat kami menerima lebih banyak laporan dari lokasi-lokasi yang menayangkan pertandingan di layar besar," sambungnya.

"Jika 40.000 suporter bisa berkumpul di Miami tanpa masalah, mengapa hal yang sama tidak bisa dilakukan di Inggris? Menjelang pertandingan hari Rabu, saya mengimbau para suporter di Inggris untuk mengikuti contoh yang ditunjukkan para pendukung di Amerika Serikat, menikmati pertandingan dan atmosfernya tanpa menimbulkan masalah bagi diri sendiri maupun orang lain," tutup Roberts.

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic