
ThePhrase.id – Insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur masih meninggalkan duka mendalam. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perjalanan rutin yang kita jalani sehari-hari tetap memiliki risiko tak terduga.
Meski kecelakaan bukanlah sepenuhnya hal yang dapat dihindari, penumpang tetap dapat meningkatkan kewaspadaan serta memahami langkah-langkah penting terutama saat situasi darurat terjadi.
Untuk itu, simak sejumlah panduan berikut yang dirangkum dari akun Instagram resmi KAI @keretaapikita serta Safety First Indonesia yang merujuk pada data Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Berdasarkan data KNKT, kereta api termasuk sebagai salah satu moda transportasi paling aman dengan angka kecelakaan relatif rendah dibanding moda transportasi lain. Meski demikian, risiko tetap ada, dengan sejumlah kecelakaan yang kerap terjadi mulai dari anjlok, terguling, hingga tabrakan kereta
Karena itu, penting bagi penumpang untuk tidak hanya bergantung pada petugas, namun juga memahami hal-hal yang harus dilakukan jika kondisi darurat benar-benar terjadi.
Sebelum memulai perjalanan, luangkan waktu untuk mengenal alat keselamatan di dalam kereta meliputi Passenger Emergency Call (alat komunikasi darurat), tombol SOS atau rem darurat, hingga palu pemecah kaca.
Setiap moda seperti KRL, LRT, hingga Whoosh juga dilengkapi prosedur evakuasi yang berbeda, termasuk fasilitas keselamatan bagi penumpang berkebutuhan khusus seperti ramp, kursi roda, atau lori evakuasi.
Saat situasi darurat terjadi, tetap tenang dan ikuti arahan dari petugas kereta. Kru maupun petugas di lapangan telah dilatih menghadapi berbagai kondisi, mulai dari gangguan listrik hingga evakuasi lintas. Hindari mengambil keputusan sendiri tanpa koordinasi, karena bisa membahayakan diri sendiri maupun penumpang lain.
Agar lebih siap saat keadaan darurat terjadi, berikut beberapa hal yang perlu diketahui:
Apabila terjadi benturan atau kondisi darurat, pastikan berdiri atau duduk di bagian tengah kereta untuk meminimalkan dampak benturan atau guncangan, serta hindari area bordes. Jika evakuasi diperlukan, ikuti beberapa langkah berikut ini.
Setelah keluar dari kereta, pastikan untuk:
Untuk mempercepat proses evakuasi apabila terjadi peristiwa luar biasa hebat, KAI juga menyediakan kereta penolong yang berfungsi untuk evakuasi sarana kereta api dan penumpang maupun kru kereta. Selain itu, KAI juga menyediakan layanan siaga yang siap melayani selama 24 jam melalui contact center KAI 121.
“Mari selalu utamakan keselamatan bersama. Jaga ketenangan, patuhi arahan petugas, dan kenali fasilitas keselamatan di sekitar kita. Karena perjalanan aman dimulai dari kesadaran diri sendiri,” tulis KAI melalui akun @keretaapikita. [fa]