Peran Penting Pemilih Muda di Pemilu 2024

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Indonesia sudah memasuki tahun politik, di mana pada tahun 2024 Indonesia akan melaksanakan pemilu serentak. Para pemuda Indonesia menjadi kaum yang memiliki peran penting pada Pemilu 2024 mendatang.

Peran generasi muda memiliki pengaruh yang sangat besar bagi Pemilu 2024 karena jumlahnya yang mencapai 60% dari jumlah penduduk Indonesia. Sehingga partisipasi Generasi Milenial dan Generasi Z akan menentukan hasil Pemilu 2024.

Sebuah survei berskala nasional dilaksanakan oleh Aksara Research and Consulting pada 3-13 Desember 2022 lalu, mengenai pandangan kaum muda terhadap Pemilu 2024. Hasilnya cukup menggembirakan.

Hendri Kurniawan, Direktur Aksara Research and Consulting mengungkapkan bahwa mayoritas generasi muda yang menjadi responden cukup antusias untuk berpartisipasi pada Pemilu 2024.

Hasil Survei AKSARA mengenai Partisipasi Politik Anak Muda. (Sumber: Aksara Research and Consulting)

 

 

Hasil survei menyatakan sebanyak 70,7% responden akan mempergunakan hak suaranya pada Pemilu 2024 mendatang. Hanya 5,1% responden menyatakan tidak akan menggunakan hak suaranya, serta sisanya menyatakan belum menentukan apakah akan menggunakan hak suaranya atau tidak.

“Anak muda yang selama ini dipersepsikan apatis terhadap politik ternyata cukup antusias untuk berpartisipasi di Pemilu 2024,” kata Hendri dalam keterangan tertulis, dikutip Antara, Selasa (20/12/22).

Hasil Survei AKSARA mengenai Kriteria Calon Pemimpin. (Sumber: Aksara Research and Consulting)

Adapula hasil survei mengenai kriteria calon pemimpin yang dipertimbangkan para responden untuk memilih (paling banyak) ialah calon pemimpin dengan kriteria tidak korupsi, yang mencapai 29,41%. Diikuti oleh kriteria sederhana dengan 21,65%, rekam jejak 17,27%, dan lainnya.

Pentingnya Sosialisasi Pemilu kepada Pemilih Muda

Usni Hasanudin, pengamat politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). (Sumber: Instagram.com/usnihasanudin)

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Usni Hasanudin menyebutkan bahwa mendapatkan kepercayaan dari pemilih muda atau pemula berpotensi memenangkan para calon yang maju pada Pemilu 2024 mendatang.

“Salah satu dampak bonus demografi adalah melimpahnya sumber daya manusia muda,” ucapnya dalam keterangan tertulis, dilansir dari Antara, Rabu (7/12/22).

Usni berkata momentum tersebut tidak boleh dilewatkan para calon yang maju karena para pemilih muda, yang tergolong Generasi Milenial dan Generasi Z merupakan pemilih terbesar pada Pemilu 2024 nanti.

Taj Yasin Maimoen, Wakil Gubernur Jawa Tengah. (Sumber: Instagram.com/tajyasinmz)

Taj Yasin Maimoen, Wakil Gubernur Jawa Tengah berpendapat bahwa sosialisasi kepada para pemilih muda harus selalu digencarkan. Hal itu bertujuan supaya para pemilih muda dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024 dengan baik dan bijak.

“Para calon pemilih pemula perlu diarahkan karena di usianya mereka, cenderung labil, mudah terbawa arus, atau bahkan apatis terhadap politik,” kata Taj Yasin di Semarang, Selasa (17/1).

Pemahaman mengenai perbedaan pandangan politik juga penting untuk disosialisasikan agar tidak menimbulkan perdebatan yang berkepanjangan. Karena tiap calon yang dipilih pasti ada kelebihannya.

Harmain Ibrohim, Ketua KPU Kalteng. (Sumber: Facebook.com/KPU Provinsi Kalimantan Tengah)

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Tengah (KPU Kalteng), sebelumnya sudah melaksanakan sosialisasi Pemilu 2024 terhadap pemilih muda dan pemula di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap mahasiswa yang di dalamnya ada pemilih pemula bisa aktif berpartisipasi dalam Pemilu Serentak dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024,” ucap Ketua KPU Kalteng, Harmain Ibrohim di Palangka Raya, Minggu (11/12/22).

(Rangga)

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you