
Thephrase.id - Rencana pertandingan Finalissima yang mempertemukan juara Eropa dan juara Amerika Selatan antara Timnas Argentina dan Timnas Spanyol dipastikan tidak akan digelar setelah konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah membuat pertandingan tersebut tidak dapat dilaksanakan sesuai rencana awal.
Laga yang mempertemukan pemenang Euro dan juara Copa America itu sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Qatar pada 26 Maret 2026, akan tetapi situasi keamanan di kawasan tersebut membuat rencana penyelenggaraan pertandingan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.
UEFA menjelaskan bahwa kondisi politik di kawasan tersebut menjadi alasan utama mengapa pertandingan tidak dapat digelar di Qatar sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya.
"Karena situasi politik saat ini di kawasan tersebut, Finalissima tidak dapat dimainkan seperti yang diharapkan di Qatar," tulisnya dilansir BBC.
UEFA juga menyampaikan bahwa berbagai alternatif sempat dibahas untuk memastikan pertandingan tetap dapat dimainkan meskipun tidak digelar di Qatar.
"UEFA telah mengeksplorasi alternatif lain yang memungkinkan, tetapi pada akhirnya masing-masing tidak dapat diterima oleh Asosiasi Sepak Bola Argentina," lanjutnya.
UEFA sebelumnya mengajukan beberapa opsi, termasuk memainkan pertandingan di Santiago Bernabeu yang merupakan markas Real Madrid atau menggelar pertandingan dua leg di Madrid dan Buenos Aires, akan tetapi proposal tersebut tidak mendapat persetujuan dari pihak Argentina.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh CONMEBOL dan Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) disebutkan bahwa AFA sempat mengajukan perubahan tanggal pertandingan sebagai alternatif.
"Federasi Sepak Bola Argentina menerima proposal untuk menggelar pertandingan di tempat netral, yaitu di Italia, pada 27 Maret," ujarnya.
"Argentina menerima gagasan tersebut tanpa keberatan, kecuali terkait tanggal, dengan mengusulkan pertandingan dimainkan pada 31 Maret 2026," jelasnya.
"Sayangnya, UEFA mengumumkan bahwa penyelenggaraan pertandingan pada tanggal 31, hanya empat hari setelah tanggal yang diusulkan sebelumnya, tidak memungkinkan sehingga Finalissima akhirnya dibatalkan," tambahnya.

UEFA juga mengungkapkan bahwa Argentina sempat mengajukan usulan lain dengan mengusulkan pertandingan dimainkan setelah FIFA World Cup, tetapi opsi tersebut tidak dapat direalisasikan karena Timnas Spanyol tidak memiliki jadwal kosong yang memungkinkan.
Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) menyatakan pihaknya telah bekerja secara intensif untuk memastikan pertandingan tersebut tetap dapat terlaksana dalam berbagai kemungkinan format, baik dimainkan di Spanyol maupun di tempat netral.
"Spanyol siap bermain sebagaimana selalu dinyatakan sebelumnya dan tidak menetapkan syarat apa pun," tegasnya.
"Spanyol, bersama UEFA, telah menawarkan semua kemungkinan yang tersedia," bebernya,
Selain persoalan lokasi dan jadwal, pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, disebut menolak sejumlah rencana darurat yang diajukan. Sejumlah sumber juga menyebut kapten Lionel Messi turut tidak setuju dengan opsi alternatif yang ditawarkan UEFA.
Staf pelatih Timnas Argentina juga mempertimbangkan pengalaman ketika mereka kalah 1-6 dari Timnas Spanyol menjelang 2018 FIFA World Cup. Ia menilai hasil tersebut sempat memengaruhi persiapan tim di turnamen, sehingga mereka tidak ingin rencana menuju Piala Dunia 2016 kembali terganggu oleh jadwal tambahan yang belum pasti.