
ThePhrase.id - Persib Bandung memastikan kemenangan 1-0 atas Persija Jakarta dalam pekan ke-17 Super League 2025-2026 yang berakhir dengan posisi Maung Bandung di puncak klasemen sementara sekaligus mengunci status juara paruh musim.
Gol tunggal kemenangan Persib dicetak oleh Beckham Putra Nugraha pada menit keempat, sementara hasil tersebut membuat Maung Bandung mengoleksi 38 poin dari 17 laga dan unggul tipis atas Borneo FC serta Persija di papan atas klasemen.
Kemenangan atas rival klasik tersebut turut mempertegas konsistensi Persib sepanjang paruh musim dengan catatan 12 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan, serta selisih gol positif yang menjaga posisi mereka tetap teratas.
Di balik hasil pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, pada Minggu, 11 Januari 2026, sorotan tertuju kepada gelandang Persib, Thom Haye, yang menyampaikan pernyataan terbuka terkait situasi yang ia alami setelah laga derby tersebut.
"Kami memenangkan derby hari ini dan saya bangga dengan tim kami serta Bobotoh," beber Haye.
Haye juga menyinggung gambaran besar sepak bola nasional yang menurutnya memiliki fondasi kuat dari sisi dukungan publik dan atmosfer pertandingan.
"Saya benar-benar percaya bahwa sepak bola Indonesia memiliki potensi. Gairah dan atmosfernya sangat istimewa," tegas Haye.

Akan tetapi, perasaan bangga tersebut berjalan beriringan dengan kekecewaan Haye terhadap kondisi pertandingan yang kerap diwarnai pelanggaran dan perilaku yang tidak menghormati nilai sportivitas.
"Di saat yang sama saya merasa sedih, sangat disayangkan terlalu banyak pertandingan yang ternodai oleh perilaku tidak menghormati dan pelanggaran-pelanggaran yang tidak perlu," ucapnya.
Haye menyoroti peran para pemain yang menurutnya ikut berkontribusi terhadap memburuknya kualitas pertandingan ketika situasi di lapangan tidak terkendali.
"Sangat menyedihkan melihat para pemain ikut berkontribusi terhadap hal ini dan merusak kualitas permainan. Yang paling gila adalah, ketika Anda berbicara tentang hal tersebut, mereka justru ingin bertarung lebih jauh. Rasa saling menghormati adalah hal yang esensial bagi perkembangan sepak bola," lanjutnya.
Persoalan yang dihadapi Haye tidak berhenti pada aspek teknis pertandingan, karena ia juga mengungkap adanya tekanan serius di luar lapangan yang menyentuh ranah pribadi dan keluarga.
"Dan satu hal terakhir. Saya bisa menerima banyak hal sebagai seorang profesional, tetapi saya ingin dengan hormat meminta orang-orang yang mengirimkan ancaman kematian dan pesan-pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti. Sepak bola seharusnya tidak pernah sampai sejauh itu," kata Haye.
"Mari kita bangun bersama lingkungan sepak bola yang lebih baik, untuk para pemain, untuk para penggemar, dan untuk masa depan sepak bola Indonesia," pungkas Haye. (Rangga)