sportLiga 1 Indonesia

Persib dan DNA Bobotoh: Kisah Budaya, Identitas, dan Kebanggaan Jawa Barat

Penulis Ahmad Haidir
Mar 16, 2026
Persib Bandung merajai Liga Indonesia dalam dua musim terakhir. Foto X Persib Bandung.
Persib Bandung merajai Liga Indonesia dalam dua musim terakhir. Foto X Persib Bandung.

Thephrase.id - Perjalanan Persib Bandung sebagai salah satu klub besar di Indonesia tidak terlepas dari rangkaian momen penting yang membentuk identitas, budaya bermain, serta hubungan erat dengan para pendukungnya yang dikenal sebagai bobotoh.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitya Putra Herawan, menjelaskan bahwa salah satu titik awal yang membentuk karakter klub terjadi ketika Persib menjuarai Liga Indonesia pada 1994.

"Saya pikir dimulai dari tahun 1994 ketika kami menjadi juara liga pertama, momen itu membentuk budaya kami dan cara kami bermain sebagai klub sepak bola," beber Adhitya dilansir dari kanal YouTube The AFC Hub.

"Pada masa itu kami dikenal sebagai klub yang memainkan sepak bola indah dengan tiki-taka dan umpan-umpan pendek, dan gaya tersebut juga membentuk cara kami berkomunikasi dengan para penggemar, terutama bobotoh," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa perjalanan Maung Bandung kemudian kembali dibentuk oleh keberhasilan meraih gelar pada 2014 dan 2015 yang memperkuat perubahan menuju pola permainan yang lebih modern.

"Momen penting berikutnya adalah ketika kami menjadi juara pada 2014 dan 2015 yang juga membentuk budaya kami tentang bagaimana menjadi klub sepak bola modern dan bagaimana kami mengubah klub dari yang tradisional menjadi sepak bola modern," lanjutnya.

Adhitya juga menyebut perubahan struktur Pangeran Biru pada 2008 hingga 2009 menjadi tonggak penting dalam transformasi Persib dari organisasi tradisional menjadi entitas yang dikelola secara profesional.

"Itu menjadi batu pijakan pertama bagi Persib Bandung untuk berubah dari klub sepak bola tradisional menjadi klub sepak bola modern sehingga kami bisa mengelola klub dengan lebih profesional, lebih baik, dan lebih disiplin," sambungnya.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, menilai besarnya Maung Bandung juga terlihat dari basis pendukung yang sangat luas serta tuntutan tinggi dari para suporter terhadap pemain yang mengenakan seragam biru tersebut.

"Persib adalah klub besar, Persib memiliki 15 juta pengikut dan ini adalah klub terbesar di Asia Tenggara," ucapnya.

"Satu-satunya hal yang diminta para penggemar dari para pemain adalah bermain dengan 100 persen, Anda boleh kalah dalam pertandingan tetapi Anda harus memberikan yang terbaik," sambungnya.

Di dalam ruang ganti, tanggung jawab besar itu juga dirasakan oleh kapten Persib, Marc Klok, yang telah memimpin Pangeran Biru selama tiga musim berturut-turut.

"Saya pikir ini adalah kehormatan besar menjadi kapten selama tiga tahun berturut-turut," kata Klok.

"Anda membawa klub, membawa kebanggaan para suporter, membawa harapan dan mimpi dari ratusan ribu hingga jutaan orang,' ucapnya.

Salah satu pemain yang tumbuh bersama mimpi tersebut adalah gelandang Persib, Beckham Putra Nugraha, yang berasal dari Bandung dan kini menjadi bagian penting dalam skuad Pangeran Biru.

"Dulu waktu kecil saya bermain tanpa alas kaki dan tidak memakai sepatu, tetapi sekarang saya bisa mewujudkan mimpi menjadi pemain Persib Bandung dan membantu tim meraih gelar back to back," imbuh Beckham.

Adhitya menilai Beckham tidak hanya menjadi pemain bagi Persib, tetapi juga representasi budaya Bandung yang terus dijaga melalui sistem pembinaan usia muda.

"Beckham Putra bukan hanya pemain yang lahir dari kota kami, tetapi juga perwakilan dari budaya kami karena ia benar-benar anak Bandung yang rendah hati, jujur, dan sopan dalam berkomunikasi," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa Persib terus mengembangkan akademi untuk memastikan setiap musim selalu muncul pemain dari program pembinaan internal sehingga warisan klub tetap terjaga.

"Karena itu kami terus meningkatkan akademi agar setiap tahun bisa menghasilkan pemain seperti itu sehingga kami tidak kehilangan warisan klub," imbuhnya.

Bagi Beckham, kedekatan emosional antara Pangeran Biru dan masyarakat Jawa Barat sudah tertanam sejak masa kecil ketika Persib menjadi mimpi bagi banyak anak di wilayah tersebut.

"Persib adalah segalanya bagi saya sejak kecil karena hampir semua anak di Jawa Barat bermimpi menjadi pemain Persib dan bermain secara profesional untuk tim kebanggaan daerah ini," tandas Beckham. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic