sportLiga 1 Indonesia

Persija Vs Persib Memanas, Candaan Marc Klok Berujung Laporan ke PSSI

Penulis Ahmad Haidir
May 09, 2026
Suporter Persija Jakarta, The Jakmania, melaporkan Marc Klok ke PSSI. Foto Instagram Marc Klok.
Suporter Persija Jakarta, The Jakmania, melaporkan Marc Klok ke PSSI. Foto Instagram Marc Klok.

Thephrase.id - Perseteruan menjelang laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung di pekan ke-32 BRI Super League 2025-2026 kembali memunculkan polemik. Gelandang Persib, Marc Klok, mengajak Bobotoh datang ke Stadion Segiri, Samarinda, yang menjadi lokasi pertandingan pada Minggu, 10 Mei 2026.

Ucapan pemain naturalisasi kelahiran Belanda itu langsung memancing reaksi dari kelompok suporter Persija, The Jakmania. Ajakan tersebut dianggap bertentangan dengan regulasi kompetisi yang masih melarang kehadiran suporter tamu di kandang lawan meski pertandingan digelar di tempat netral.

Persija harus memainkan laga kandangnya di Samarinda lantaran tidak memperoleh izin kepolisian untuk menggelar pertandingan di Jakarta. Duel klasik melawan Persib dipindahkan ke Stadion Segiri dengan status Macan Kemayoran tetap sebagai tuan rumah.

"Semoga banyak Bobotoh yang hadir di sana juga dan support kita juga dan semoga ada hasil yang baik. Datang saja lah gas," beber Klok dalam pernyataannya yang kemudian ramai beredar di media sosial.

Situasi tersebut membuat Pengurus Pusat The Jakmania mengambil langkah resmi dengan menyampaikan surat aspirasi kepada PSSI pada Jumat, 8 Mei 2026. Surat tersebut diserahkan langsung oleh ketuanya, Diky Budi Ramadhan, kepada Sekjen PSSI, Yunus Nusi, di Kantor PSSI kawasan GBK Arena, Jakarta.

"Ya terima kasih, teman-teman. Memang hari ini kami dari Pengurus Pusat The Jakmania menyampaikan surat aspirasi kami kepada PSSI sebagai yang paling bertanggung jawab terhadap sepak bola di Indonesia berkaitan dengan statement satu di antara pemain Persib Bandung yaitu Marc Klok," tegas Diky.

"Yang menurut kami sifatnya memang, kalau pun itu bercanda, sepertinya kurang tepat bercandanya di tengah situasi memanas seperti ini," lanjut Diky.

Diky menilai ajakan kepada Bobotoh untuk datang ke Samarinda bukan keputusan yang bijak. Kondisi rivalitas kedua kubu suporter sedang sensitif, sementara pihaknya mengaku lebih mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan anggota The Jakmania menjelang pertandingan besar tersebut.

"Karena kan kita sama-sama tahu bahwa Persija gagal main di Jakarta, harus di Samarinda, tapi kan ajakan untuk teman-teman berangkat ke Samarinda juga, teman-teman suporter Persib berangkat ke Samarinda kan rasanya kurang bijak dan kurang elok lah karena kan kita harus menjaga keamanan dan kenyamanan," tutur Diky.

Di tengah polemik yang berkembang, Klok kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui Instagram Story di akun pribadinya. Ia menegaskan bahwa ajakan kepada Bobotoh sebelumnya hanya sebatas candaan dan tidak dimaksudkan untuk melanggar aturan kompetisi yang berlaku.

"Sampurasun. Untuk Bobotoh tercinta, mohon untuk tidak away ke Stadion Segiri saat pertandingan Persija vs Persib, Minggu, 10 Mei 2026. Kemarin soal ajakan away dari saya itu hanya bercanda dan tidak ada maksud untuk melanggar aturan yang berlaku. Tetap dukung dan doakan perjuangan kami dari rumah. Hatur nuhun atas semua dukungannya, Bobotoh," tulis Klok.

Meski mengapresiasi permintaan maaf tersebut, The Jakmania memastikan surat pengaduan kepada PSSI tetap diteruskan karena mereka menilai figur pemain seperti Klok memiliki pengaruh besar terhadap perilaku suporter, terlebih statusnya juga sebagai pemain Timnas Indonesia.

"Ya enggak apa-apa, terima kasih Marc Klok sudah minta maaf, sudah memahami bahwa bercandaannya memang dirasa kurang tepat, tapi kan sekali lagi bahwa kami menyayangkan bahwa pemain sepak bola itu kan seperti junjungan bagi suporter ya, bagi kami gitu lho, jadi apa pun biasanya yang diaspirasikan dan dibilang sama pemain sepak bola itu biasanya kita nurut," kata Diky.

Sementara itu, Yunus Nusi memastikan PSSI menerima surat aspirasi dari The Jakmania dan akan segera menyampaikannya kepada Ketua PSSI, Erick Thohir, serta Komite Eksekutif PSSI untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme organisasi.

"Dan apa yang disampaikan oleh Bung Diky dan kawan-kawan, dijelaskan ke saya tadi, ini juga normatif dan menjadi hak dari teman-teman suporter untuk menyampaikan beberapa keluhan tersebut, dan juga bagi PSSI, sangat berharap segala sesuatu menyangkut urusan sepak bola ini sedianya diselesaikan secara musyawarah dan mufakat juga," ujar Yunus Nusi. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic