
Thephrase.id – PT Pertamina Gas (Pertagas) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat. Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, Pertagas sukses meraih tiga penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, dalam ajang PROPER yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Selasa (7/4).
Penghargaan itu diterima langsung oleh Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, bersama Direktur Teknik dan Operasi Pertagas, Agung Indri Pramantyo.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Pertagas tidak hanya menjalankan operasional perusahaan sesuai regulasi, tetapi juga mampu melampaui standar pengelolaan lingkungan (beyond compliance) melalui inovasi berkelanjutan dan program pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung.
Komitmen Nyata untuk Lingkungan dan Masyarakat
Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, mengatakan bahwa penghargaan PROPER Emas ini merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas program TJSL perusahaan yang dijalankan secara konsisten sehingga memberikan dampak nyata, baik dari sisi lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Indra.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai program inovatif yang dijalankan di sejumlah wilayah operasi Pertagas, dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat.
Inovasi Lingkungan di Tiga Wilayah Operasi
Kontribusi Pertagas dalam menjaga lingkungan diperkuat melalui berbagai program eco-inovasi di area operasionalnya.
Di Operation East Java Area, Pertagas menghadirkan program Eco Pori, yaitu pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick yang dimanfaatkan untuk mendukung sistem irigasi dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Sementara di Kalimantan Area, Pertagas menjalankan program PISPA 2.0, yang memanfaatkan limbah pipa dan sampah organik menjadi sarana irigasi dan pemupukan ramah lingkungan, sekaligus membantu menekan emisi.
Adapun di South Sumatera Area, program PESONA dikembangkan dengan mengolah limbah urine sapi menjadi pestisida organik, sebagai bagian dari dukungan terhadap pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Pemberdayaan Masyarakat Jadi Kunci
Tak hanya fokus pada lingkungan, Pertagas juga terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasinya.
Di Kalimantan Area, melalui program Karyadarsa, Pertagas berhasil meningkatkan akses air bersih melalui inovasi Pengelolaan Air Terpadu (Aquagrid System). Program ini juga sukses mengubah lahan kritis seluas 2,5 hektare menjadi lahan produktif, sekaligus mendorong efisiensi biaya, peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan BUMDes, serta perluasan pasar bagi UMKM desa.
Di South Sumatera Area, program Pusaka Artha berhasil mendorong penerapan ekonomi sirkular inklusif melalui optimalisasi pengelolaan air dan pemanfaatan limbah ternak menjadi produk bernilai ekonomi. Dampaknya, pendapatan masyarakat meningkat dan keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian semakin kuat.
Sementara itu, di East Java Area, program Cita Sembada mendorong peningkatan produktivitas pertanian hingga tiga kali panen dalam setahun. Program ini juga berdampak pada peningkatan pendapatan petani, pengelolaan sampah terpadu, hingga penguatan UMKM agar lebih efisien dan berdaya saing. Menariknya, program ini juga melibatkan kelompok rentan, termasuk perempuan dan pasien kesehatan jiwa, untuk diberdayakan dalam aktivitas ekonomi produktif.
Ribuan Masyarakat Rasakan Manfaat Langsung
Menurut Indra, secara keseluruhan program TJSL Pertagas telah menjangkau 17 kelompok masyarakat dengan lebih dari 11 ribu jiwa sebagai penerima manfaat langsung.
“Secara keseluruhan, program TJSL Pertagas telah menjangkau 17 kelompok masyarakat dengan lebih dari 11 ribu jiwa sebagai penerima manfaat langsung,” tambahnya.
Keberhasilan tersebut juga tercermin dari capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 3,49 dengan kategori sangat baik, serta nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,49, yang menunjukkan efektivitas sekaligus keberlanjutan dari program-program yang dijalankan.
Bukan Sekadar Penghargaan
Pertagas menegaskan bahwa raihan PROPER Emas bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi juga wujud nyata dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi atas tantangan sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis yang memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus selaras dengan pertumbuhan bisnis perusahaan,” tutup Indra.
Dengan pencapaian ini, Pertagas kembali menegaskan posisinya sebagai perusahaan energi yang tak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga konsisten menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.