e-biz

Pertamina Perkuat Pengembangan Energi Bersih, Produksi Capai 8.743 GWh hingga 2025

Penulis Ahmad Haidir
Apr 15, 2026
PLTP Kamojang menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam mengembangkan energi panas bumi sebagai sumber listrik bersih yang terintegrasi dalam sistem kelistrikan Jawa–Madura–Bali. Dok. Pertamina
PLTP Kamojang menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam mengembangkan energi panas bumi sebagai sumber listrik bersih yang terintegrasi dalam sistem kelistrikan Jawa–Madura–Bali. Dok. Pertamina

Thephrase.id - Pemerintah terus mendorong percepatan transisi energi nasional sejalan dengan arahan Prabowo Subianto. Menindaklanjuti hal tersebut, PT Pertamina (Persero) memperkuat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) guna meningkatkan produksi energi bersih dan mendukung kelistrikan nasional.

Langkah ini dinilai penting di tengah dinamika energi global yang ditandai dengan fluktuasi harga, ketidakpastian pasokan, serta tekanan pengurangan emisi karbon. Penguatan bauran energi nasional menjadi strategi utama dalam menjaga ketahanan energi Indonesia.

Hingga 2025, produksi listrik bersih Pertamina tercatat mencapai 8.743 gigawatt hour (GWh). Capaian tersebut merupakan bagian dari pengembangan bisnis rendah karbon Pertamina Group, dengan kontribusi dari pembangkit listrik bersih berkapasitas terpasang sebesar 3,1 gigawatt (GW).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan bahwa pengembangan energi bersih menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan global sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik nasional.

“Di tengah dinamika energi global yang sangat dinamis, pengembangan energi baru terbarukan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan listrik bagi masyarakat,” ujar Baron.

Ia menambahkan, diversifikasi energi melalui EBT juga bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil yang rentan terhadap volatilitas pasar global.

“Inisiatif ini tidak hanya mendukung target transisi energi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko terhadap fluktuasi harga dan pasokan energi global,” tambahnya.

Sejumlah inisiatif pengembangan energi bersih yang telah dilakukan Pertamina meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) berkapasitas 2,4 megawatt (MW), gas to power sebesar 1.772 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 55,3 MW, serta Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 727 MW.

Selain itu, Pertamina juga mendorong pemanfaatan energi bersih di tingkat masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB). Hingga saat ini, sebanyak 252 DEB telah dibangun di berbagai wilayah Indonesia dengan pemanfaatan energi seperti panel surya, mikrohidro, dan biogas.

“Melalui pengembangan EBT hingga ke tingkat desa, Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong kemandirian energi masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Baron.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic