
ThePhrase.id - Belakangan ini, tren “maxxing” semakin populer dan melahirkan berbagai istilah baru. Salah satunya adalah pheromone maxxing, tren yang banyak dibicarakan di kalangan pria dan diklaim sebagai strategi untuk meningkatkan daya tarik melalui aroma tubuh.
Melansir Vice, pheromone maxxing merupakan bagian dari tren looksmaxxing yang sebelumnya sempat viral. Namun, berbeda dengan looksmaxxing yang berfokus pada aspek penampilan, pheromone maxxing justru fokus pada aroma alami tubuh yang kerap disebut sebagai “natural musk”.
Tren ini menyebutkan bahwa “natural musk” mengandung pheromone yang dipercaya dapat membuat seseorang terlihat lebih menarik melalui aroma alami tubuhnya. Namun, permasalahan muncul ketika tren tersebut mendorong seseorang untuk menghindari kebiasaan membersihkan tubuh, menggunakan deodoran, hingga parfum demi mempertahankan aroma alami tersebut.
Melansir Forbes, pheromones merupakan senyawa kimia yang dapat memicu respons. Sejumlah hewan, tumbuhan, dan organisme lainnya dapat menghasilkan berbagai jenis pheromones yang berfungsi sebagai sinyal untuk menyampaikan informasi tertentu kepada lingkungan di sekitarnya. Misalkan, pheromone yang dikeluarkan untuk memberi sinyal bahaya atau jejak makanan untuk memberi tahu yang lainnya mengenai lokasi makanan kepada organisme lainnya.
Adapun pheromones seksual, yang secara teori disebutkan dapat berperan dalam menarik pasangan dan memicu perilaku reproduktif. Konsep inilah yang kemudian menjadi salah satu dasar dari tren pheromone maxxing. Para pengikut tren ini percaya bahwa mempertahankan “natural musk” atau aroma alami tubuh dapat membuat seseorang lebih menarik secara biologis bagi orang lain.
Karena itu, pheromone maxxing terkadang mendorong seseorang untuk mengurangi penggunaan produk seperti deodoran dan parfum, bahkan menghindari membersihkan tubuh secara berlebihan, dengan harapan aroma alami tersebut dapat meningkatkan daya tarik.
Meskipun mengikuti tren “maxxing” lainnya, seperti fibermaxxing yang memiliki dasar ilmiah dan didukung oleh manfaat konsumsi serat, pheromone maxxing hingga kini belum memiliki bukti ilmiah yang cukup untuk membuktikan bahwa aroma alami tubuh atau pheromones dapat membuat seseorang lebih menarik bagi orang lain.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Physiology & Behavior pada 2025, hingga kini belum ada bukti kuat yang dapat memastikan keberadaan pheromones pada manusia. Salah satu senyawa steroid dalam keringat pria yang selama puluhan tahun dianggap sebagai kandidat utama pheromones pun masih belum dapat dikategorikan demikian secara ilmiah. Meski penelitian mengenai pheromones pada manusia telah berlangsung selama lebih dari 60 tahun, para peneliti masih menilai bukti yang ada belum cukup meyakinkan. [Syifaa]