sportPiala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 Belum Separuh Jalan, Rekor Demi Rekor Sudah Berguguran

Penulis Ahmad Haidir
Jun 19, 2026
Dua gol Harry Kane membuatnya menyamai catatan Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Inggris di Piala Dunia dengan koleksi 10 gol. Foto X Piala Dunia.
Dua gol Harry Kane membuatnya menyamai catatan Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Inggris di Piala Dunia dengan koleksi 10 gol. Foto X Piala Dunia.

Thephrase.id - Piala Dunia 2026 langsung menyajikan intensitas tinggi sejak rangkaian laga pembuka penyisihan grup dimulai. Total 75 gol tercipta dari 24 pertandingan sehingga menghasilkan rata-rata 3,125 gol per laga yang menjadi angka tertinggi setelah putaran pertama penyisihan grup sejak edisi 1958.

Kekhawatiran bahwa format turnamen yang diperluas akan mengurangi daya saing sejauh ini belum terbukti karena sembilan dari 24 pertandingan berakhir imbang, membuat persentase hasil seri mencapai 37,5 persen yang menjadi angka tertinggi pada tahap ini sejak 2010 dan hanya sekali terlampaui sejak 1954.

Persaingan dalam perebutan daftar pencetak gol terbanyak juga berlangsung ketat dengan Lionel Messi memimpin melalui tiga gol. Sementara Folarin Balogun, Elijah Just, Yasin Ayari, Kai Havertz, Kylian Mbappe, Erling Haaland, dan Harry Kane sama-sama mengoleksi dua gol.

Dari enam pemain yang melepaskan sedikitnya enam tembakan pada laga pembuka, hanya Kane dan Messi yang mampu mengubah peluang menjadi gol, menunjukkan efektivitas penyelesaian akhir yang membedakan keduanya dari para pesaing lain.

Dua gol Kane membuatnya menyamai catatan Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Inggris di Piala Dunia dengan koleksi 10 gol. Sedangkan trigol Messi mengantarkannya menyamai rekor Miroslav Klose sebagai top skor sepanjang sejarah turnamen dengan torehan 16 gol.

Melansir BBC, Arda Guler menjadi pemain dengan jumlah tembakan terbanyak sejauh ini setelah melepaskan delapan percobaan saat Timnas Turki menghadapi Timnas Australia.

Akan tetapi, seluruh upaya tersebut hanya menghasilkan akumulasi expected goals sebesar 0,26 yang menggambarkan rendahnya kualitas peluang yang diperolehnya.

Berdasarkan data expected goals tersebut, peluang yang diambil gelandang muda Real Madrid itu secara historis baru akan menghasilkan satu gol dalam setiap 31 percobaan. Meskipun kualitas individu yang dimilikinya tetap menempatkannya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di turnamen.

Son Heung-min justru tercatat sebagai pemain dengan penyelesaian akhir paling tidak efektif pada putaran pertama karena gagal mencetak gol dari enam peluang dengan total expected goals mencapai 1,0.

Sebanyak 24 pemain masih mempertahankan rasio konversi tembakan sempurna sebesar 100 persen. Hanya Yasin Ayari dari Timnas Swedia dan Elijah Just dari Timnas Selandia Baru yang mampu melakukannya setelah melepaskan lebih dari satu tembakan sekaligus mencetak masing-masing dua gol.

Tujuh pemain tercatat menciptakan lima peluang pada pertandingan pembuka. Akan tetapi hanya Joshua Kimmich yang berhasil memaksimalkan kontribusinya menjadi dua assist setelah rekan-rekannya memanfaatkan kreasi peluang tersebut dalam kemenangan telak Timnas Jerman 7-1 atas Timnas Curacao.

Dalam aspek kreativitas, Pedri menjadi pemain paling menonjol melalui catatan expected assists sebesar 1,23 saat Timnas Spanyol menghadapi Timnas Tanjung Verde. Gelandang muda itu juga enam kali merebut penguasaan bola di sepertiga akhir lapangan yang merupakan jumlah dua kali lebih banyak dibandingkan pemain lain di turnamen.

Amad Diallo tampil sebagai dribbler paling efektif sejauh ini karena mampu mencatat jumlah keberhasilan melewati lawan terbanyak dengan tingkat kesuksesan terbaik di antara 32 pemain yang sedikitnya melakukan lima percobaan dribel, meskipun pemain Pantai Gading itu hanya tampil selama 34 menit sebagai pemain pengganti.

Vinicius Junior memang berhasil mencetak gol penyama kedudukan untuk Timnas Brasil saat menghadapi Timnas Maroko. Tetapi winger tersebut gagal melewati lawannya dalam sembilan percobaan dribel yang dilakukannya sehingga menjadi pemain dengan jumlah kegagalan terbanyak dalam kategori itu sepanjang putaran pertama.

Dalam duel perebutan bola, Jiovany Ramos dari Timnas Panama dan Krepin Diatta milik Timnas Senegal menjadi penguasa pertarungan 50-50 karena mencatat persentase kemenangan tertinggi di antara 158 pemain yang terlibat dalam sedikitnya 10 duel. Walaupun dominasi individu tersebut belum cukup membawa tim mereka meraih kemenangan.

Jovo Lukic dari Timnas Bosnia-Herzegovina juga layak mendapat perhatian khusus setelah tampil sempurna dalam duel udara menghadapi Timnas Kanada dengan memenangi seluruh sembilan perebutan bola atas yang dijalaninya. Hal ini menjadikannya satu-satunya pemain yang tidak terkalahkan di udara setelah terlibat lebih dari empat duel sepanjang penyisihan pembuka Piala Dunia 2026.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic