sportPiala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 Diam-Diam Berubah: Aturan Baru FIFA Bisa Mengacaukan Laga Terakhir Penyisihan Grup

Penulis Ahmad Haidir
Jun 20, 2026
Piala Dunia 2026 menghadirkan perubahan dalam aturan penentuan klasemen penyisihan grup Foto FIFA.
Piala Dunia 2026 menghadirkan perubahan dalam aturan penentuan klasemen penyisihan grup Foto FIFA.

Thephrase.id - Piala Dunia 2026 menghadirkan perubahan yang sekilas tampak sederhana dalam aturan penentuan klasemen penyisihan grup, tetapi keputusan FIFA itu mengancam mengubah dinamika persaingan dan strategi tim-tim peserta, terutama menjelang pertandingan terakhir.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, FIFA menggunakan head-to-head sebagai penentu utama ketika dua atau lebih tim memiliki jumlah poin yang sama, menggantikan selisih gol yang selama ini menjadi acuan pertama.

Sebelum era selisih gol diberlakukan pada Piala Dunia 1970, FIFA sempat memakai sistem rasio gol hingga edisi 1966, yakni dengan membagi jumlah gol yang dicetak dengan jumlah kebobolan sebelum akhirnya beralih ke metode yang bertahan selama puluhan tahun.

Perubahan tersebut membuat regulasi Piala Dunia kini sejalan dengan kompetisi-kompetisi UEFA yang sejak lama lebih mengutamakan hasil pertemuan langsung antartim untuk menentukan posisi di klasemen.

Pendukung sistem baru menilai mekanisme ini lebih adil karena menitikberatkan pada kualitas permainan saat menghadapi rival yang memiliki poin setara serta mengurangi pengaruh hasil-hasil mencolok, seperti kemenangan Timnas Jerman dengan skor 7-1 atas Timnas Curacao.

Di sisi lain, masih ada pihak yang meyakini bahwa selisih gol secara keseluruhan lebih representatif karena mencerminkan performa sebuah tim sepanjang penyisihan grup, bukan hanya dalam pertandingan tertentu melawan pesaing terdekat.

FIFA sebenarnya telah lebih dulu menerapkan sistem tersebut pada Piala Dunia Antarklub tahun lalu ketika Flamengo finis sebagai juara Grup D di atas Chelsea, meski The Blues berhasil menjadi kampiun turnamen.

Dampak paling nyata dari perubahan aturan ini terlihat pada peluang sebuah tim mengunci status juara grup lebih cepat karena apabila sebelumnya sebuah tim harus unggul empat poin setelah dua pertandingan untuk memastikan posisi puncak, kini keunggulan tiga poin saja dalam situasi tertentu sudah cukup untuk menyegel tempat tersebut.

Timnas Meksiko menjadi contoh pertama di Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan dalam dua laga awal Grup A untuk mengoleksi enam poin, unggul tiga angka atas Timnas Korea Selatan, sementara Timnas Republik Ceko dan Timnas Afrika Selatan sama-sama mengumpulkan satu poin.

Karena Timnas Meksiko telah mengalahkan Timnas Korea Selatan dalam pertemuan langsung, mereka tidak mungkin disalip apabila kedua tim sama-sama mengakhiri penyisihan grup dengan enam poin.

Sehingga El Tri dipastikan finis sebagai juara Grup A dan telah mengetahui bahwa mereka akan memainkan pertandingan 32 besar di Mexico City melawan salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

BBC mengulas, situasi tersebut memunculkan efek lanjutan karena Timnas Meksiko praktis tidak lagi memiliki kepentingan besar saat menghadapi Timnas Republik Ceko pada pertandingan terakhir.

Kondisi yang memungkinkan rotasi pemain dilakukan dan berpotensi memengaruhi persaingan tim lain yang masih berjuang lolos ke babak gugur.

Beberapa tim lain juga berpeluang mengunci status juara grup pada matchday kedua dengan syarat tertentu, di antaranya Timnas Amerika Serikat di Grup D apabila Timnas Turki gagal mengalahkan Timnas Paraguay, Timnas Jerman atau Timnas Pantai Gading di Grup E bergantung pada hasil pertandingan Timnas Ekuador kontra Timnas Curacao.

Timnas Swedia di Grup F jika Timnas Jepang tidak menang atas Timnas Tunisia, Timnas Argentina atau Timnas Austria di Grup J sesuai hasil laga Timnas Yordania melawan Timnas Aljazair, Timnas Kolombia di Grup K apabila Timnas Portugal gagal menang atas Timnas Uzbekistan, serta Timnas Inggris atau Timnas Ghana di Grup L bergantung pada hasil pertandingan Timnas Kroasia menghadapi Timnas Panama.

Dalam regulasi terbaru FIFA, urutan penentuan klasemen ketika tim memiliki jumlah poin yang sama dimulai dari poin head-to-head antartim terkait, selisih gol head-to-head, jumlah gol head-to-head, selisih gol keseluruhan di penyisihan grup.

Jumlah gol sepanjang penyisihan grup, catatan fair play, peringkat FIFA terkini, hingga posisi yang lebih baik dalam ranking FIFA periode sebelumnya apabila seluruh kriteria tersebut masih belum mampu memisahkan kedua tim. 

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic