sport

Piala Dunia 2026 Didesak Pindah ke Inggris Akibat Kebijakan Kontroversial Larangan Visa 75 Negara Donald Trump

Penulis Rangga Bijak Aditya
Jan 17, 2026
Status tuan rumah Amerika Serikat terancam sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram Piala Dunia)
Status tuan rumah Amerika Serikat terancam sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram Piala Dunia)

ThePhrase.id - Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada kini tengah menghadapi gelombang tekanan hebat untuk dipindahkan ke Inggris menyusul serangkaian kebijakan luar negeri dan ancaman politik dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Meskipun jadwal pertandingan pembukaan tinggal menyisakan waktu 146 hari lagi, ketidakpastian mengenai kelayakan Amerika Serikat sebagai tuan rumah utama semakin memuncak di tengah pengawasan ketat masyarakat internasional terhadap stabilitas politik di kawasan tersebut.

Berdasarkan rencana awal, Amerika Serikat dijadwalkan memfasilitasi 78 dari total 104 pertandingan di 11 kota besar termasuk Atlanta, Los Angeles, hingga New York, dengan partai final yang sedianya digelar di MetLife Stadium, New Jersey, pada 19 Juli 2026.

Kekhawatiran global mencuat setelah pemerintahan Trump melakukan aksi militer di Venezuela dan Nigeria, serta melontarkan wacana operasi serupa di berbagai negara lain seperti Meksiko, Kolombia, Iran, hingga Greenland yang memicu ketegangan diplomatik tingkat tinggi.

Menanggapi situasi tersebut, sebanyak 23 politisi dari lintas partai di Inggris termasuk Partai Buruh dan Liberal Demokrat secara resmi menandatangani mosi parlemen untuk mendesak badan olahraga internasional agar segera mencoret Amerika Serikat dari daftar penyelenggara kompetisi besar.

"Acara tersebut tidak boleh digunakan untuk melegitimasi atau menormalkan pelanggaran hukum internasional oleh negara-negara kuat," tulis pernyataan resmi kelompok parlemen tersebut sebagaimana dilaporkan oleh BBC.

Langkah politik Amerika Serikat semakin kontroversial setelah Trump mengumumkan pembatasan visa bagi warga dari 19 negara yang mencakup Haiti dan Iran, padahal kedua negara tersebut merupakan kontestan yang telah dipastikan lolos kualifikasi Piala Dunia 2026.

Situasi semakin memburuk ketika pada 14 Januari 2026, pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk menangguhkan pemrosesan visa imigran bagi warga dari 75 negara secara total yang dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 21 Januari 2026.

Mantan presenter ternama Sky Sports, Jeff Stelling, turut menyuarakan kritiknya melalui media sosial X dengan menyebut bahwa keputusan tetap menggelar turnamen di Amerika Serikat di tengah situasi diskriminatif tersebut adalah sebuah tindakan yang tidak bertanggung jawab.

"Sangat setuju. Mereka harus mencari alternatif lain seperti Inggris, sejujurnya," ungkap Jeff Stelling saat merespons diskusi mengenai pencoretan hak tuan rumah Amerika Serikat.

Inggris dipandang sebagai kandidat pengganti yang paling ideal mengingat infrastruktur mereka yang mumpuni serta pengalaman sukses menyelenggarakan Euro 1996 dan menjadi lokasi final Euro 2020, ditambah status mereka sebagai tuan rumah Euro 2028.

Sejarah mencatat bahwa perubahan tuan rumah Piala Dunia secara mendadak pernah terjadi pada tahun 1986 ketika Kolombia mengundurkan diri karena kendala ekonomi yang kemudian membuat FIFA memindahkan seluruh turnamen ke Meksiko.

Akan tetapi, desakan kali ini menjadi unik karena berkaitan dengan isu pelanggaran hukum internasional dan hak asasi manusia, yang memaksa FIFA untuk mempertimbangkan apakah nilai-nilai olahraga dapat berjalan beriringan dengan kebijakan politik yang menutup pintu bagi bangsa lain. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic