sport

Piala Dunia 2026 Terancam Ditunda Imbas Amerika Serikat-Israel Bombardir Iran

Penulis Ahmad Haidir
Mar 06, 2026
Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mulai menimbulkan kekhawatiran serius terhadap Piala Dunia 2026. Foto Instagram Piala Dunia.
Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mulai menimbulkan kekhawatiran serius terhadap Piala Dunia 2026. Foto Instagram Piala Dunia.

Thephrase.id - Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mulai menimbulkan kekhawatiran serius terhadap Piala Dunia 2026.

Turnamen akbar ini dijadwalkan akan dimulai dalam 98 hari ke depan dengan laga pembuka yang mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Mexico City.

Sebanyak 78 dari total 104 pertandingan rencananya akan digelar di Amerika Serikat, termasuk laga final, sementara sisanya dibagi rata antara Meksiko dan Kanada.

Federasi Sepak Bola Iran memberikan sinyal kuat mengenai kemungkinan penarikan diri tim nasional mereka menyusul situasi politik yang kian tidak menentu.

"Apa yang pasti adalah bahwa setelah serangan ini, kami tidak dapat diharapkan untuk menantikan Piala Dunia dengan harapan," ungkap Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, awal pekan ini.

Meskipun belum ada pernyataan resmi dari FIFA mengenai pencoretan atau pengunduran diri Iran, kekhawatiran mengenai keamanan di Amerika Serikat terus membayangi babak grup.

CEO US Soccer, JT Batson, menyatakan bahwa pihaknya tetap mendukung visi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menyelenggarakan turnamen yang aman bagi semua peserta.

"Presiden FIFA Gianni Infantino berbagi pada akhir pekan lalu niat untuk Piala Dunia yang aman dan terjamin di mana semua tim berpartisipasi. Dan kami tentu saja sangat mendukung hal itu," kata Batson dilansir Sky News.

Eskalasi konflik dilaporkan meluas ke beberapa negara Teluk yang terkena dampak serangan rudal dan drone Iran, meningkatkan risiko terhadap stabilitas operasional olahraga global.

Kebijakan larangan perjalanan dari pemerintahan Donald Trump saat ini juga menjadi hambatan besar bagi warga negara Iran yang ingin menghadiri pertandingan di Amerika Serikat.

Pakar manajemen olahraga, Profesor Simon Chadwick, menilai penundaan turnamen hanya akan terjadi jika konflik mulai merambah ke wilayah Eropa dan Amerika Utara.

"Dengan hanya tiga bulan tersisa menuju Piala Dunia, penundaan turnamen ke tahun depan tampaknya tidak mungkin. Secara logistik, ekonomi, dan politik, akan menjadi tantangan besar untuk menjadwalkan ulang acara besar tersebut. Selama konflik tetap terkendali di Timur Tengah, akan sulit untuk membenarkan atau menjelaskan penundaan," tegas Chadwick disadur Sport Bible.

Kekhawatiran praktis seperti gangguan perjalanan udara dan pasokan minyak global disebut sebagai faktor krusial yang dapat memaksa FIFA mempertimbangkan pengaturan alternatif.

"Namun, jika serangan meluas ke Eropa dan Amerika Utara, masalah ini akan meningkat dan menjadi jauh lebih serius. Lebih jauh lagi, jika perjalanan udara terganggu atau pasokan minyak terkena dampak secara signifikan, pertimbangan praktis mungkin memaksa FIFA dan AS untuk memikirkan pengaturan alternatif untuk kompetisi tersebut," tambahnya.

Meski peluang penundaan tetap terbuka, Profesor Chadwick menduga administrasi Donald Trump akan menentang keras wacana tersebut demi menghindari kesan tunduk pada tekanan politik.

"Seseorang tetap menduga bahwa Donald Trump dan pemerintahannya akan sangat menentang penjadwalan ulang, karena mereka kemungkinan besar akan melihatnya sebagai kapitulasi. Penundaan harus menjadi sebuah kemungkinan, meskipun untuk saat ini setidaknya, turnamen tersebut tampaknya lebih mungkin berjalan sesuai rencana," pungkas Chadwick.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic