
Thephrase.id - Induk organisasi sepak bola dunia, FIFA, memberikan pernyataan resmi terkait situasi keamanan global yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Langkah ini diambil menyusul aksi militer yang diluncurkan oleh AS terhadap negara Timur Tengah tersebut baru-baru ini.
Amerika Serikat memegang peran krusial dalam turnamen tahun ini karena berstatus sebagai salah satu tuan rumah. Di sisi lain, Iran merupakan salah satu kontestan yang dijadwalkan melakoni laga penyisihan grup di wilayah AS.
Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan dimulainya serangan rudal ke Iran pada hari Sabtu dan menyebutnya sebagai operasi tempur utama. Padahal, pada Desember 2025, Trump baru saja menerima penghargaan FIFA Peace Prize dari Gianni Infantino.
Iran dipastikan lolos ke putaran final melalui kualifikasi Zona Asia (AFC) untuk bersaing di panggung tertinggi. Timnas Iran tergabung dalam Grup G bersama negara-negara kuat seperti Timnas Belgia, Timnas Selandia Baru, dan Timnas Mesir.
Sekjen FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat situasi yang berkembang. Ia menyatakan bahwa koordinasi akan terus dilakukan demi memastikan turnamen berjalan sesuai rencana awal.
Pernyataan tersebut disampaikan Grafstrom saat menghadiri pertemuan tahunan International Football Association Board (IFAB) di Cardiff, Wales. Ia mengaku sudah mendapatkan informasi mengenai eskalasi konflik tersebut sejak Sabtu pagi.
"Saya membaca berita pagi ini dengan cara yang sama seperti Anda. Kami mengadakan pertemuan hari ini dan masih terlalu dini untuk berkomentar secara rinci, namun kami akan memantau perkembangan seputar semua masalah di seluruh dunia," bebernya.
FIFA menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah menjamin keselamatan seluruh peserta tanpa terkecuali. Hal ini menjadi tantangan besar mengingat tensi geopolitik yang melibatkan negara penyelenggara dan peserta.
"Kami telah melaksanakan pengundian putaran final di Washington yang diikuti oleh semua tim, dan fokus kami adalah pada Piala Dunia yang aman dengan semua tim yang berpartisipasi," tegasnya.
Grafstrom juga menjamin bahwa komunikasi intensif dengan pemerintah negara tuan rumah akan terus ditingkatkan secara berkala. Prosedur ini merupakan langkah standar yang selalu diambil FIFA dalam setiap penyelenggaraan ajang internasional.
"Kami akan terus berkomunikasi seperti yang selalu kami lakukan dengan tiga pemerintah tuan rumah seperti yang selalu kami lakukan dalam hal apa pun. Semua orang akan aman," lanjutnya.
Sesuai jadwal, Timnas Iran memiliki agenda pertandingan yang cukup padat di beberapa kota besar di Amerika Serikat. Dua pertandingan penyisihan grup mereka rencananya akan diselenggarakan di stadion megah yang berada di Los Angeles.
Laga terakhir Timnas Iran di Grup G melawan Timnas Mesir juga telah dijadwalkan berlangsung di Seattle pada 26 Juni 2026. Publik kini menanti langkah nyata FIFA dan otoritas setempat untuk menjamin keamanan di tengah bayang-bayang konflik bersenjata.