
Thephrase.id - Antusiasme ribuan suporter yang memadati Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada pembukaan Piala Presiden 2026, Sabtu (25/7/2026) menjadi gambaran bahwa turnamen pramusim ini bukan lagi sekadar pemanasan, melainkan telah berkembang menjadi pesta sepak bola yang menghadirkan hiburan bagi masyarakat sekaligus membawa dampak bagi berbagai sektor di luar lapangan.
Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, mengatakan seluruh persiapan berjalan lancar dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga komunitas di Bandung yang ikut membantu menciptakan penyelenggaraan pertandingan yang aman dan nyaman.
"Penonton antusiasmenya luar biasa, tiket terjual 24.000 penuh, sold out," ujar Tsamara.
"Kami juga dibantu oleh steward, TNI, Polri, pemerintah daerah, Satpol PP, kemudian kami membangun gerakan suporter supaya datang bersih, pulang bersih, sehingga meninggalkan budaya yang baik untuk penonton ke depannya," katanya menambahkan.
Selain menyuguhkan pertandingan, panitia juga menyiapkan rangkaian pembukaan yang melibatkan sekolah sepak bola (SSB) sebagai bagian dari komitmen menjadikan Piala Presiden sebagai hiburan rakyat dengan harga tiket yang tetap terjangkau bagi masyarakat.
Tsamara juga menaruh harapan besar terhadap terciptanya suasana damai di tribune ketika suporter dari klub-klub berbeda kembali bertemu dalam satu stadion selama turnamen berlangsung.
"Selama kita bisa menjaga dengan baik, menjaga kualitas pertandingan dan keamanan, mudah-mudahan ini menjadi pertemuan dua suporter yang baik, tertib, aman, dan nyaman," tutur Tsamara.
"Berbeda-beda dukungan itu tidak apa-apa, yang penting sama-sama Merah Putih," tambahnya.
OC juga berupaya menghadirkan dampak ekonomi melalui pelibatan 100 pelaku UMKM yang dibagi merata di Bandung dan Surabaya, dengan proses kurasi yang mencakup pelaku usaha lokal yang telah berkembang, usaha yang sedang naik kelas, hingga pelaku usaha rintisan.
Anggota Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Arya Sinulingga, menilai besarnya antusiasme publik terlihat dari banyaknya suporter berbagai klub yang rela menempuh perjalanan jauh untuk mendukung tim kesayangannya secara langsung.
"PSM juga datang. Tadi saya lihat mereka naik kapal. Bayangkan dari Medan datang ke Surabaya, empat hari perjalanan," kata Arya menggambarkan loyalitas para suporter.
Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menegaskan penyelenggaraan turnamen tetap berpegang pada prinsip transparansi, tidak menggunakan dana negara, serta terus mengandalkan dukungan sponsor yang menurutnya mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap sepak bola Indonesia.
"Nomor satu benar-benar transparan. Kita diaudit oleh PricewaterhouseCoopers (PwC), auditor yang levelnya internasasional," ucap Maruarar.
"Kita tidak menggunakan uang negara," lanjutnya.
Maruarar menambahkan Piala Presiden juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui meningkatnya aktivitas masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, sektor transportasi, hingga perhotelan yang mendapat manfaat dari kedatangan suporter.
"UMKM ramai dan laku. Kita mengenalkan juga UMKM yang baru berkembang supaya ada dampaknya dari Piala Presiden ini," kata Maruarar.
"Saya rasa ini benar-benar hiburan rakyat karena tiketnya bisa terjangkau oleh masyarakat," tambahnya.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, klub peserta, sponsor, serta pemilik klub yang dinilai memberikan keseriusan terhadap penyelenggaraan Piala Presiden sehingga kualitas turnamen terus meningkat dari tahun ke tahun.
"Apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Ara dan timnya. Semua klub yang diundang ini klub-klub legenda," kata Erick Thohir.
Dari sisi lapangan, pelatih Persib Bandung, Igor Tolic mengaku puas melihat performa timnya ketika mengalahkan Arema FC 1-0 pada laga pertama Piala Presiden meski skuad baru menjalani persiapan bersama selama dua pekan.
"Saya melihat para pemain menikmati bermain bersama dan untuk pertandingan pertama penampilan tim membuat saya sangat senang," tegas Tolic.