lifestyleRelationship

Platonic Soulmate: Bukan Hubungan Romantis, tapi Lebih dari Sekadar Sahabat

Penulis Ashila Syifaa
Jun 27, 2026
Illustrate platonic soulmate. (Image by freepik)
Illustrate platonic soulmate. (Image by freepik)

ThePhrase.id - Tak semua ikatan emosional yang kuat harus terjalin dalam hubungan romantis. Bagi sebagian orang, kehadiran platonic soulmate menjadi sosok penting yang mampu memberikan rasa nyaman, saling memahami, dan selalu ada untuk satu sama lain.

Apa Itu Platonic Soulmate?

Menurut Verywell Mind, platonic soulmate adalah hubungan antara dua orang yang memiliki koneksi yang sangat spesial dan ikatan emosional yang mendalam. Meski sekilas tampak seperti persahabatan, hubungan ini melampaui sekadar sahabat dekat.

Hubungan ini tidak didasari oleh rasa cinta romantis maupun ketertarikan secara fisik, melainkan oleh kepercayaan, kenyamanan, dan saling memahami. Verywell Mind menjelaskan bahwa seseorang dapat sangat menyayangi platonic soulmate-nya tanpa pernah memiliki perasaan jatuh cinta atau keinginan menjalin hubungan romantis dengannya.

Senada dengan itu, psikolog klinis Sabrina Romanoff, PsyD, yang berfokus pada hubungan interpersonal, menjelaskan bahwa dalam hubungan platonic soulmate, seseorang dapat merasakan koneksi, keakraban, pemahaman, dan kedekatan emosional yang sangat kuat tanpa adanya ketertarikan romantis terhadap orang tersebut.

Konsep platonic love pertama kali diperkenalkan oleh filsuf Yunani, Plato. Ia berpendapat bahwa cinta sejati melampaui hasrat atau ketertarikan fisik, serta lebih berfokus pada ikatan intelektual dan emosional dibandingkan hubungan yang bersifat romantis maupun seksual.

Apakah kamu sudah menemukan platonic soulmate? Berikut beberapa tandanya:

  • Memiliki ikatan emosional yang kuat.
  • Saling memahami tanpa perlu banyak penjelasan.
  • Selalu saling mendukung tanpa syarat.
  • Memiliki nilai dan pandangan yang sejalan dalam hal-hal yang penting.
  • Merasa bebas menjadi diri sendiri tanpa perlu berpura-pura.
  • Tidak saling menghakimi (no judgment).
  • Tetap memiliki koneksi yang erat meski terpisah jarak dan waktu.
  • Hubungan yang seimbang dengan timbal balik yang sehat.
  • Dapat saling diandalkan dalam berbagai situasi.

Memiliki platonic soulmate bisa menjadi sebuah keuntungan. Berbeda dengan hubungan romantis yang sering kali diwarnai dinamika seperti penolakan, pengkhianatan, atau perpisahan, hubungan platonic soulmate cenderung lebih stabil karena tidak dilandasi ekspektasi romantis.

Menurut Dr. Sabrina Romanoff, hubungan ini memiliki peran yang unik dan berharga dalam kehidupan seseorang. Ikatan yang dibangun atas dasar kepercayaan, kenyamanan, dan saling memahami membuat platonic soulmate mampu menjadi sumber dukungan emosional yang kuat dalam jangka panjang.

Platonic soulmate bisa hadir dalam berbagai sosok, mulai dari teman masa kecil, sahabat kuliah, rekan kerja, hingga seseorang yang langsung membuatmu merasa klik sejak pertama bertemu.

Hubungan ini mampu memberikan dukungan emosional dan koneksi yang mendalam, sehingga membuat kita merasa lebih bahagia, diterima, dan tidak sendirian. Karena itu, menjaga hubungan dengan platonic soulmate sama pentingnya dengan merawat hubungan romantis. Tak jarang, justru hubungan inilah yang mampu bertahan melewati waktu dan jarak. [Syifaa]

 

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic