politics

Polemik “Londo Ireng”, Hasan Nasbi: Anda Boleh Kritik Pemerintah, Pemerintah Juga Boleh Kritik Anda

Penulis Rangga Bijak Aditya
Jul 31, 2026
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi. (Foto: Tangkapan layar YouTube/Hasan Nasbi)
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi. (Foto: Tangkapan layar YouTube/Hasan Nasbi)

ThePhrase.id - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi menilai sebagian masyarakat menunjukkan reaksi yang berlebihan terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung istilah “londo ireng”.

Hasan menegaskan, istilah tersebut tidak ditujukan kepada semua jurnalis maupun anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM), melainkan hanya kepada oknum tertentu yang memanfaatkan profesi tersebut untuk kepentingan asing.

“Tapi kalau Pak Prabowo bilang Londo Ireng langsung meradang-meradang, langsung marah-marah. Seolah-olah kita tidak bisa saling menyampaikan pendapat satu sama lain,” ujar Hasan dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya pada Senin (27/9).

Menurut Hasan, kebebasan berpendapat dalam negara yang menganut sistem demokrasi seharusnya berlaku secara timbal balik. Ketika masyarakat memiliki hak untuk mengkritik pemerintah, maka pemerintah juga berhak menyampaikan kritik kepada rakyat.

“Di dunia kritik, di dunia kebebasan berpendapat, seharusnya kebebasan berpendapat itu berlaku dua arah. Anda boleh mengata-ngatai pemerintah, tapi pemerintah juga boleh dong mengkritik Anda,” imbuhnya.

Selain itu, Hasan menyebut bahwa seharusnya pemerintah juga diberi ruang untuk menyampaikan klarifikasi untuk meluruskan hal-hal yang tidak benar dapat menjadi benar.

Presiden Terima Segala Kritik

Dalam penjelasannya, Hasan mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo selama ini menerima berbagai bentuk kritik maupun pelabelan dari kelompok yang mengaku kritis, mulai dari yang disampaikan secara sopan hingga bernada kasar.

Bahkan, menurutnya Presiden tidak memberikan reaksi berlebihan terhadap berbagai kritik tersebut.

“Apa saja label, sebutan, kritikan, bahkan mungkin prejudice yang pernah disampaikan oleh teman-teman yang mengaku kelompok kritis ini terhadap Presiden Prabowo? Coba sebutin aja dari mulai yang agak sopan sampai yang paling enggak sopan,” tukas Hasan.

Karena itu, Hasan mempertanyakan mengapa sebagian pihak justru meminta Presiden menyampaikan permintaan maaf setelah muncul pernyataan mengenai “londo ireng”.

Ia menilai terdapat kecenderungan sebagian kalangan menginginkan kebebasan berpendapat hanya berjalan satu arah, yakni masyarakat bebas mengkritik pemerintah, tetapi tidak sebaliknya.

“Jangan kemudian ketika misalnya pemerintah menyatakan ada londo ireng yang berpakaian wartawan, pengamat dan LSM, terus Anda marah bahwa pemerintah enggak boleh bilang itu,” tandasnya.

Hasan berharap perdebatan terkait pernyataan Presiden dapat disikapi dengan kepala dingin. Ia mengajak masyarakat untuk menilai setiap pendapat, argumentasi, maupun pernyataan secara jernih. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic