trending

Polio Kembali Ditemukan di Indonesia, Ini Penyebab, Gejala dan Cara Mencegahnya

Penulis Nadira Sekar
Jan 10, 2024
Foto: Ilustrasi Pemeriksaan Anak oleh Dokter (freepik.com)
Foto: Ilustrasi Pemeriksaan Anak oleh Dokter (freepik.com)

ThePhrase.id - Tiga kasus lumpuh layu akut atau Acute Flaccid Paralysis (AFP) yang disebabkan oleh virus polio tipe dua telah terdeteksi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kasus-kasus ini teridentifikasi dalam rentang waktu akhir Desember 2023 hingga 4 Januari 2024.

Kasus pertama melibatkan seorang anak perempuan berusia 6 tahun di Jawa Tengah. Meskipun telah divaksinasi polio OPV dua kali, vaksinasi yang diterimanya tidak lengkap. Pada 21 November 2023, anak tersebut mengalami lumpuh layu akut dan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya virus polio tipe 2.

Kasus kedua dialami oleh seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 11 bulan di Jawa Timur. Pasien mengalami kelumpuhan pada 22 November 2023 meskipun menerima imunisasi lengkap. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya malnutrisi dan keberadaan virus polio tipe 2.

Kasus ketiga melibatkan seorang anak laki-laki berusia 3 tahun 1 bulan di Jawa Timur. Meskipun sudah divaksinasi polio OPV sebanyak 4 kali dan IPV 1 kali, pemeriksaan menunjukkan keberadaan virus polio tipe 2 setelah ia mengalami kelumpuhan pada 6 Desember 2023.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan peningkatan kasus polio disebabkan oleh gangguan pada program vaksinasi wajib selama pandemi COVID-19. Kementerian Kesehatan pun akan melakukan upaya pencegahan dengan melakukan peningkatan vaksinasi polio di daerah-daerah terkait.

“Polio ini kita lihat beberapa disebabkan karena vaksinasinya pada masa COVID itu kurang (optimal) jadi sekarang terlihat dampaknya,” ujar Menkes Budi, Jumat (5/1/24).

Tentang Polio

Poliomyelitis (polio) adalah sebuah penyakit virus sangat menular yang biasanya menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun. Virus polio masuk ke dalam tubuh melalui mulut, baik melalui air atau makanan yang telah terkontaminasi oleh feses orang yang terinfeksi. Virus ini berkembang biak di usus dan diekskresikan melalui feses orang yang terinfeksi, sehingga dapat menularkan virus kepada orang lain dan menyerang sistem saraf, menyebabkan kelumpuhan.

Faktor Risiko Polio

Orang-orang dengan risiko tinggi terkena polio meliputi mereka yang tinggal di daerah terpencil tanpa akses air bersih (terutama untuk MCK), ibu hamil dengan HIV positif, serta anak-anak yang tidak divaksinasi.

Gejala Polio

Melansir halodoc.com, gejala polio dapat bervariasi pada setiap individu yang terinfeksi. Bahkan, sekitar 95 hingga 99 persen dari mereka yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai meliputi:

Gejala dari polio tipe non-paralisis:

  • Demam
  • Kesulitan menelan
  • Sakit kepala
  • Muntah
  • Kelelahan
  • Meningitis

Gejala dari polio tipe paralisis:

  • Awalnya mirip dengan gejala tipe non-paralisis, namun setelah satu minggu, gejala lainnya akan muncul
  • Kehilangan refleks
  • Nyeri otot dan kram yang parah
  • Terkulainya kaki
  • Kelumpuhan yang terjadi secara tiba-tiba, bisa bersifat sementara atau permanen
  • Kelainan pada bagian bawah tubuh, terutama pada pinggul dan pergelangan kaki

Sindrom Pasca Polio

Polio dapat kambuh meskipun seseorang telah sembuh. Ini dapat terjadi 15 hingga 40 tahun setelah infeksi pertama. Gejala yang umum meliputi:

  • Kelemahan pada otot dan sendi.
  • Nyeri otot yang bertambah parah.
  • Kelelahan dan lesu.
  • Penurunan massa otot.
  • Kesulitan menelan dan bernapas.
  • Sleep-apnea, gangguan pernapasan saat tidur.
  • Rendahnya toleransi terhadap cuaca dingin.
  • Depresi.
  • Masalah dalam konsentrasi dan daya ingat.

Pengobatan dan Pencegahan Polio

Hingga saat ini, tidak ada pengobatan langsung untuk polio, namun imunisasi merupakan cara utama pencegahannya. Vaksinasi polio sendiri sudah ditemukan sejak tahun 1957 dan menjadi salah satu upaya pencegahan yang paling efektif. Vaksinasi dilakukan sebanyak 3 kali dengan tambahan booster 1 kali. Pemberian vaksin dimulai pada usia 2 bulan, dilanjutkan pada usia 4 bulan, 6-18 bulan, dan booster diberikan antara usia 4-6 tahun.

 

[nadira]

 
Related News

Popular News

 

News Topic