
ThePhrase.id - Apakah kamu mengalami pori-pori tersumbat dan sedang mencari cara untuk mengatasinya? Berbagai cara telah dibagikan, bahkan ada yang menyarankan untuk memencetnya hingga isinya keluar. Namun, cara tersebut sangat tidak disarankan. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui mengenai pori-pori tersumbat atau yang sering disebut sebagai clogged pores.
Clogged pores merupakan kondisi di mana pori-pori telah tersumbat oleh berbagai zat seperti minyak, kotoran, dan sel-sel kulit mati. Zat-zat yang terjebak di dalam pori-pori dapat membentuk sumbatan yang bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan menyebabkan peradangan.
Kondisi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti komedo terbuka atau balckheads, komedo tertutup atau whiteheads, jerawat, dan peradangan kulit lainnya. Blackheads biasanya terbentuk ketika sumbatan dalam pori-pori teroksidasi oleh udara hingga menyebabkan perubahan warna menjadi hitam. Sedangkan, whiteheads terjadi ketika sumbatan dalam pori-pori tertutup lapisan kulit, dan memunculkan bintik-bintik berwarna putih.
Menurut dokter kulit bersertifikat, Courtney Rubin, melansir Cosmopolitan, semua orang memiliki pori-pori, yaitu lubang kecil di kulit menjadi tempat folikel rambut, kelenjar keringat, dan kelenjar sebaceous yang dapat mengeluarkan isinya atau sebum (minyak alami kulit) ke permukaan kulit. Jika kulit memproduksi sebum yang berlebihan dapat menimbulkan penumpukan sel kulit mati dan kotoran lain, salah satunya seperti sisa riasan di pori-pori. Hal ini meningkatkan risiko pori-pori tersumbat, yang juga menjadi penyebab munculnya jerawat.
Lalu bagaimana caranya merawat pori-pori yang tersumbat?
Dermatologi Shereene Idriss, MD, mengingatkan untuk menghindari memencet pori-pori yang tersumbat karena dapat mengakibatkan pori-pori semakin besar. Selain itu, sebagian besar dermatologi tak menyarankan untuk menggunakan alat atau teknologi seperti vakum pori-pori maupun pore strips, karena dapat meningkatkan risiko kembalinya kotoran pada pori-pori bahkan menyebabkan peradangan dan bekas luka.
Berikut beberapa cara yang aman menurut dermatologi untuk merawat clogged pores.
1. Gunakan Retinoid
Retinoid bekerja dengan mengatasi penyebab utama pori-pori tersumbat, yaitu dengan mengurangi produksi sebum serta membantu sel kulit mati terangkat dengan baik. Selain itu, retinoid juga sering direkomendasikan untuk mengatasi jerawat dan pori-pori tersumbat.
Retinoid, seperti adapalene, dapat membantu meredakan peradangan pada kulit serta mencegah sel-sel kulit saling menempel dan menyumbat folikel. Namun, penggunaan retinoid sebaiknya dimulai secara bertahap. Para dermatolog biasanya menyarankan pemakaian sekali seminggu terlebih dahulu, kemudian ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali seminggu setelah kulit mulai terbiasa dan tidak menunjukkan tanda iritasi seperti kemerahan atau rasa perih.
2. Eksfoliasi dengan AHA atau BHA
Produk yang mengandung eksfoliator kimia seperti AHA atau BHA juga dapat membantu mengatasi pori-pori tersumbat. Kandungan ini bekerja dengan melarutkan kelebihan minyak dan sel kulit mati yang menumpuk di dalam pori-pori. Pada dasarnya, pori-pori memang selalu memiliki sedikit penumpukan. Namun, rutinitas perawatan kulit yang tepat dapat membantu mengurangi dan menyamarkan tampilannya.
Untuk membantu menjaga pori-pori tetap bersih, gunakan toner atau toner pad yang mengandung asam salisilat untuk membantu membersihkan sel kulit mati.
3. Gunakan produk yang tidak menyumbat pori-pori
Jika sering mengalami pori-pori tersumbat, ada baiknya memeriksa kembali kandungan dalam produk skincare maupun makeup yang digunakan. Hal ini penting karena bahkan produk yang berlabel “non-comedogenic” sekalipun terkadang masih mengandung bahan yang bisa memicu pori-pori tersumbat. [Syifaa]