
ThePhrase.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono mengungkapkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mengundang Presiden RI Prabowo Subianto untuk kembali berkunjung ke Rusia guna menghadiri sejumlah agenda penting.
Sugiono menjelaskan, undangan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Putin kepada Prabowo saat pertemuan bilateral di Istana Kremlin, Moskow, Rusia pada Senin (13/4) untuk menghadiri pameran industri dan forum ekonomi yang akan digelar pada Mei dan Juli 2026.
“Presiden Putin juga menyampaikan undangan bagi Presiden Prabowo untuk menghadiri acara di Kazan, yang akan diselenggarakan pada bulan Mei, dan juga pameran industri besar yang akan dilaksanakan pada bulan Juli yang akan datang,” ujar Sugiono dalam keterangan persnya melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (14/4).
Diketahui, agenda yang dijadwalkan di Kazan pada Mei 2026 mencakup forum ekonomi International Economic Forum Russia-Islamic World: KazanForum yang akan berlangsung pada 12–17 Mei.
Sementara itu, pameran industri International Innovation Industry Expo (INNOPROM) 2026 dijadwalkan digelar di Ekaterinburg pada 6–9 Juli 2026.
Lebih lanjut, Sugiono menilai bahwa undangan tersebut merupakan bagian dari memperkuat hubungan Indonesia-Rusia, yang diharapkan bisa menjadi lebih intensif dan saling membawa kebaikan bagi kedua negara.
Menlu membeberkan bahwa hasil dari pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dengan Presiden Putin yakni kerja sama antara kedua negara yang lebih difokuskan di bidang ekonomi, perdagangan, pertanian, dan energi.
Selain pertemuan bilateral, kedua kepala negara juga menggelar pertemuan empat mata yang berlangsung dalam suasana makan siang di kompleks Kremlin.
“(Presiden Prabowo dan Presiden Putin) juga membahas beberapa hal terkait dengan perkembangan geopolitik yang menjadi concern juga bagi kedua negara,” imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa Rusia merupakan mitra strategis sekaligus mitra dagang penting bagi Indonesia. Ke depan, kedua negara berencana memperkuat kerja sama, khususnya di bidang ekonomi dan hubungan antarwarga.
“Beberapa rencana ke depan juga dilakukan di seputar penguatan hubungan ekonomi kedua negara dan hubungan antarwarga negara baik itu (dari) Rusia maupun Indonesia,” tandasnya. (Rangga)