trending

Prabowo Dorong ASEAN Jadi Zona Damai di Tengah Gejolak Global

Penulis Rangga Bijak Aditya
May 09, 2026
Presiden RI, Prabowo Subianto ketika menghadiri KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina pada Jumat (08/05/26). (Foto: Instagram/presidenrepublikindonesia)
Presiden RI, Prabowo Subianto ketika menghadiri KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina pada Jumat (08/05/26). (Foto: Instagram/presidenrepublikindonesia)

ThePhrase.id - Presiden RI, Prabowo Subianto mengajak seluruh negara anggota ASEAN memperkuat komitmen untuk menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai zona perdamaian di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina pada Jumat (8/5).

Dalam forum yang menjadi agenda utama KTT tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya solidaritas dan kerja sama antarnegara anggota ASEAN guna menjaga stabilitas kawasan.

“Kita harus memberi contoh. Kita harus benar-benar berkomitmen untuk memiliki ASEAN yang solid dan ASEAN yang menjaga perdamaian, menjaga stabilitas, yang menghargai dialog dan kolaborasi,” ujar Prabowo dalam sesi panel KTT, dilansir siaran resmi Sekretariat Presiden.

Menurut Presiden, ASEAN memiliki peran strategis sebagai jangkar stabilitas di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Karena itu, budaya damai yang selama ini menjadi ciri khas kawasan Asia Tenggara perlu terus diperkuat dan dikembangkan agar dapat menjadi teladan bagi dunia internasional.

“Di tengah makin dalamnya perpecahan, budaya perdamaian ASEAN tidak hanya harus dilestarikan, tetapi juga harus kita majukan, agar menjadi contoh global. ASEAN harus benar-benar menjadi zona perdamaian,” kata Prabowo di depan para pemimpin negara-negara di ASEAN.

Selain menyoroti pentingnya menjaga perdamaian, Prabowo juga mengingatkan bahwa rivalitas geopolitik berpotensi menghambat pembangunan dan berdampak buruk terhadap kesejahteraan masyarakat di kawasan.

Oleh sebab itu, ia menilai dialog dan kolaborasi harus tetap menjadi dasar utama hubungan antarnegara di ASEAN.

“Kita tidak boleh membiarkan persaingan. Kita tidak boleh membiarkan masa lalu kita menentukan masa kini, dan masa depan kita. Indonesia bertekad untuk membangun kebijakan bertetangga yang baik,” tandasnya. (Rangga) 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic