
ThePhrase.id - Presiden Prabowo Subianto menginginkan pendidikan di sekolah negeri hingga perguruan tinggi negeri (PTN) digratiskan.
Wacana itu dinilai menjadi angin segar bagi masyarakat, tapi juga menimbulkan pertanyaan mendasar, yakni soal sumber dananya.
Pengakuan Prabowo, sumber dana dalam wacana pendidikan gratis itu berasal dari pengembalian uang oleh para koruptor.
"Nanti akan ada yang bertanya. 'dari mana uangnya?' Uangnya yang dikorupsi, yang dinyolong, yang dicuri," kata Prabowo dalam sebuah pidato di Jakarta Convention Center, Jumat (18/9).
Anak buahnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto lantas menghitung biaya yang dibutuhkan untuk menggratiskan di tingkat PTN.
Dalam hitungannya, Brian menyebut kebutuhan biaya seluruh PTN sebesar Rp93,7 triliun
"Terkait dengan kebutuhan anggaran untuk menggratiskan seluruh PTN, kami sudah menghitung itu nilainya Rp93.742.969.840.000," kata Brian dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, dikutip Selasa (22/9).
Menurut Brian, jumlah itu sudah mencakup 2.833.169 mahasiswa di PTN vokasi maupun akademik, baik D3/D4/S1.
Hasil hitungan itu, akan disampaikan kepada Prabowo dalam rapat yang akan digelar untuk membahas skenario dan tahap pendidikan gratis.
"Ini akan kami bawa kepada rapat bersama Pak Presiden nanti seperti apa, meskipun memang ada skenario-skenario untuk tahapan dan seterusnya," ujarnya.
Brian mengungkapkan bahwa Prabowo sejak beberapa waktu sebelumnya sudah meminta dirinya untuk melakukan kajian terkait kemungkinan menggratiskan biaya pendidikan.
"Sebetulnya, sejak beberapa waktu lalu Bapak Presiden juga sudah meminta kami untuk melakukan kajian terhadap kemungkinan menggratiskan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri," tuturnya. (M Hafid)