
ThePhrase.id - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi menjelang pertemuan antara Prabowo dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (19/2) mendatang.
Ada pun menteri yang dipanggil di antaranya Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Berdasarkan keterangan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, pertemuan itu berlangsung di kediaman pribadi Prabowo di Hambalang, Bogor, Minggu (15/2) sore.
"Minggu sore ini, Presiden Prabowo memanggil sejumlah menteri terkait ekonomi ke kediaman pribadi beliau di Hambalang, Bogor, 15 Februari 2026," kata Teddy.
Menurut Teddy, pertemuan itu membahas soal penguatan strategi Indonesia dalam menghadapi dinamika dan perundingan ekonomi global.
Dalam pertemuan itu, Prabowo menegaskan agar setiap langkah diplomasi ekonomi yang dilakukan dapat menguntungkan Indonesia.
Perundingan maupun negosiasi yang akan dilakukan salah satunya menyangkut tarif timbal balik atau resiprokal AS terhadap Indonesia.
“Memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapa pun, khususnya dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, Teddy menyebut Prabowo menekankan agar perundingan ekonomi yang dilakukan tidak semata-mata bersifat transaksional, melainkan harus berdampak pada penguatan struktur ekonomi nasional.
“Presiden menginginkan perundingan harus sebanyak-banyaknya meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat global supply chain atau rantai pasok industri,” terangnya.
“Presiden Prabowo menginginkan setiap kebijakan yang diambil harus sesegera dan sebanyak mungkin memberi keuntungan konkret untuk Indonesia,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump akan menandatangani kesepakatan tarif dagang Indonesia-AS atau agreement on reciprocal trade (ART) di sela menghadiri pertemuan Board of Peace yang digelar pada 19 Februari 2026.
"Disampaikan bahwa Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19, dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART, agreement on reciprocal trade," kata Menko Perekonomian Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2).
Namun, Airlangga belum memerinci kesepakatan tersebut, termasuk mengenai besaran tarif yang dikenakan AS terhadap produk dari Indonesia.
Airlangga hanya menyampaikan bahwa tarif produk ekspor ke AS sudah turun dari sebelumnya 32% menjadi 19%. Airlangga pun meminta masyarakat untuk bersabar hingga seluruh proses rampung.
"Kan kita sudah turun dari (tarif) 32 ke 19, kemudian ada hal-hal lain yang juga akan kita tunggu sampai semuanya 100 persen selesai," katanya.
Pada kesempatan sebelumnya, Airlangga sempat mengungkapkan bahwa negosiasi tarif dagang dengan AS telah rampung sepenuhnya pada tahap pembicaraan. Saat ini, katanya, tinggal menunggu jadwal Prabowo dan Trump untuk bertemu dan menandatangani kesepakatan.
“Negosiasi dengan Amerika seluruh pembicaraan sebetulnya sudah selesai. Tinggal fine tuning di legal drafting. Berikutnya tinggal menunggu jadwal yang akan ditentukan, jadwal bersama antara Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump," kata Airlangga di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (2/2).
Namun, Airlangga belum dapat membocorkan besaran tarif yang disepakati kedua negara. Ia memastikan akan diumumkan secepatnya setelah dokumen resmi telah ditandatangani kedua pemimpin. (M Hafid)