e-biz

Prabowo Resmikan Proyek LNG Abadi Masela Senilai Rp342 Triliun, Kapasitas Produksi 9,5 Juta Ton

Penulis Rangga Bijak Aditya
Jul 16, 2026
Presiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama Proyek LNG Abadi Masela, di Jakarta, Kamis (16/7). (Foto: ANTARA/HO-YouTube/Aditya Ramadhan)
Presiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama Proyek LNG Abadi Masela, di Jakarta, Kamis (16/7). (Foto: ANTARA/HO-YouTube/Aditya Ramadhan)

ThePhrase.id - Presiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama Proyek LNG Abadi Masela dengan investasi sekitar 21 miliar dolar AS atau Rp 342 triliun, termasuk tambahan 1 miliar dolar AS untuk teknologi CCS.

Proyek ini  dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari.

"Dengan mengucap bismilahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, hari Kamis, 16 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, saya nyatakan Groundbreaking Proyek Strategis Nasional Liquefied Natural Gas Abadi Masela secara resmi dinyatakan dimulai," kata Presiden Prabowo dalam peresmian Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela secara daring dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/7).

Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia, sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Proyek yang dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas ini kini memasuki tahap konstruksi. Hingga awal Juli 2026, progres Front End Engineering Design (FEED) telah mencapai 79,56 persen atau melampaui target, sementara penyelesaian berbagai perizinan strategis dan desain fasilitas utama terus berjalan menuju Final Investment Decision (FID) pada akhir 2026.

Selain memperkuat ketahanan energi nasional, LNG Abadi Masela menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap pengembangan sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Proyek Masela berperan penting dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia melalui penyediaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan sekaligus mendukung peningkatan ekspor.

“Nanti gasnya 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40 persen maksimal untuk kami melakukan ekspor,” ujar Bahlil dalam acara Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela yang digelar di Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7), melansir Antara.

Selain itu, imbuh Bahlil, proyek ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi perekonomian melalui investasi jangka panjang, percepatan pembangunan kawasan Indonesia Timur, serta penciptaan lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat.

“Proyek ini menciptakan lapangan kerja dengan penyerapan sekitar 12 ribu tenaga kerja pada masa konstruksi. Ini masa konstruksi, ya,” ucap Bahlil.

Lapangan Abadi di Blok Masela, Laut Arafura, Provinsi Maluku berlokasi sekitar 12 mil dari pulau terdekat. Blok Masela berlokasi sekitar 750 km Selatan Ambon, ibu kota provinsi Maluku. Kedalaman air di Lapangan Abadi berkisar 400–800 m. Sisi Selatan Blok Masela beririsan dengan perbatasan wilayah laut Indonesia–Australia dengan letak blok seluruhnya berada di wilayah Indonesia. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic