
ThePhrase.id - Presiden RI, Prabowo Subianto mengucapkan belasungkawa atas insiden kecelakaan kereta yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan kereta Commuter Line Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Usai menjenguk para korban kecelakaan di RSUD Bekasi, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah bersama PT. KAI akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden tersebut.
“Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, terutama pemerintah, kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana,” ujar Prabowo kepada awak media, Selasa (28/4).
Ia menyatakan bahwa seluruh penumpang yang menjadi korban luka telah ditangani dengan baik, bahkan sudah ada yang pulang ke rumah masing-masing.
“Sebagian sudah pulang. Kalau enggak salah (jumlah korban yang dirawat) masih sekitar 60, (tepatnya) 54 dan hampir semuanya sudah ditangani, yang saya lihat, sudah ditangani dengan baik. Pokoknya semua sudah diurus,” tuturnya.
Selain itu, Prabowo juga memastikan bahwa seluruh korban nantinya akan menerima kompensasi.
Presiden Prabowo turut menyoroti banyaknya perlintasan kereta api yang minim penjagaan, bahkan ada yang tidak dijaga sama sekali.
Menyikapi itu, ia langsung menyetujui pengajuan dari Pemerintah Kota Bekasi untuk segera dibangun fly over (jalan layang) untuk kendaraan bermotor, demi mencegah terjadinya insiden serupa di kemudian hari.
“Karena Bekasi ini juga padat, dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat mendesak, jadi saya sudah setujui segera dibangun fly over langsung oleh bantuan presiden,” imbuh Prabowo.
Tak hanya Bekasi, Prabowo menyebut sebanyak 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa akan segera mendapatkan perbaikan
“Kita selesaikan semua itu. Saya sudah perintahkan segera, kita akan perbaiki semua lintasan tersebut, apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan fly over, nanti pelaksananya kita tunjuk,” tukasnya.
Adapun total dana yang diperhitungkan untuk perbaikan tersebut diperkirakan mencapai Rp4 triliun. Meski demikian, Prabowo menegaskan hal itu tetap akan dilakukan demi keselamatan masyarakat.
“Kita perhitungkan, hampir 4 triliun (rupiah) ya, demi keselamatan dan karena kita sangat penting, kita sangat perlu kereta api, kita harus keluarkan itu, sekarang saatnya, sudah berapa puluh tahun tidak dilakukan, kita sekarang lakukan,” tandasnya. (Rangga)