
Thephrase.id - Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menyelidiki kegagalan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2026 setelah skuad asuhan Hong Myung-bo tersingkir lebih cepat dari penyisihan grup.
Lee menyampaikan kritik tersebut melalui unggahan di X pada Minggu, 28 Juni 2026 setelah Timnas Korea Selatan gagal melaju ke babak gugur meski sebelumnya disebut berada dalam grup yang relatif ringan dan diperkirakan memiliki peluang besar untuk lolos.
"Saya bukan hanya terkejut dengan hasil yang tidak terduga ini, saya benar-benar bingung," tulis Lee Jae Myung.
Timnas Korea Selatan mengakhiri penyisihan grup di peringkat ketiga Grup A setelah mengoleksi tiga poin dari tiga pertandingan, dengan satu kemenangan atas Timnas Republik Ceko serta dua kekalahan dari Timnas Meksiko dan Timnas Afrika Selatan.
Hasil tersebut membuat Timnas Korea Selatan tidak masuk dalam daftar delapan tim peringkat ketiga terbaik yang berhak melaju ke babak 32 besar, sehingga perjalanan Taeguk Warriors di Piala Dunia 2026 dipastikan berhenti lebih awal.
Lee Jae Myung menyoroti proses pengambilan keputusan dalam penunjukan personel Timnas Korea Selatan dan mengaitkannya dengan hasil yang diterima di Piala Dunia 2026.
"Sekali lagi, telah terbukti bahwa keputusan terkait personel adalah segalanya, ketika 'kami melawan mereka' lebih diutamakan daripada kompetensi, dan orang yang tidak kompeten dipilih sebagai pemimpin, hasilnya sudah sangat jelas," beber Lee Jae Myung.
Hong Myung-bo, mantan bek yang mencatat 136 penampilan bersama Timnas Korea Selatan, kembali ditunjuk sebagai pelatih Taeguk Warriors pada 2024 setelah sebelumnya pernah menangani tim tersebut pada 2013.
Penunjukan Hong Myung-bo sejak awal menjadi sorotan media Korea Selatan karena memunculkan tuduhan favoritisme dan proses perekrutan yang dinilai tidak transparan, meski ia membantah seluruh tuduhan tersebut.
"Alasan penunjukan yang keliru seperti ini, yang gagal membedakan kepentingan publik dan pribadi serta lebih mengutamakan keuntungan personal daripada kepentingan umum, dapat terjadi adalah karena tidak mungkin atau sulit untuk memantau, memeriksa, dan meminta pertanggungjawaban pihak yang memiliki kewenangan penunjukan," imbuh Lee Jae Myung.
Hong Myung-bo kemudian menyatakan mundur dari jabatan pelatih setelah Timnas Korea Selatan tersingkir dan menyebut dirinya bertanggung jawab penuh atas kegagalan kampanye Piala Dunia 2026.
"Bukan keputusan yang mudah bagi saya untuk mengambil peran ini, tetapi setelah saya menerimanya, saya tidak memikirkan apa pun selain bertanggung jawab hingga momen terakhir," ujar Hong Myung-bo.
Lee Jae Myung juga meminta kementerian terkait menelusuri penyebab kegagalan tersebut karena partisipasi di Piala Dunia 2026melibatkan dana pembayar pajak dan dukungan negara, sekaligus menyatakan perlunya pembenahan dalam tata kelola olahraga.
"Karena dana pembayar pajak nasional dan sumber daya dukungan negara dalam jumlah signifikan digunakan bahkan untuk partisipasi di Piala Dunia," sambung Lee Jae Myung.
"Saya meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menyelidiki secara menyeluruh keadaan pasti dari insiden ini, menganalisis penyebabnya, dan menyusun langkah-langkah menyeluruh untuk mencegah terulangnya kejadian serta melakukan perbaikan," tandasnya.