
ThePhrase.id - Proses pencarian dan identifikasi korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus berlanjut. Hingga Rabu (28/1), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat mencatat jumlah jenazah korban longsor yang berhasil diidentifikasi bertambah menjadi 34 orang.
Penambahan jumlah korban teridentifikasi ini diperoleh setelah tim DVI kembali menerima dan memeriksa sejumlah kantong jenazah hasil evakuasi dari lokasi longsor.
Proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh dengan mengombinasikan pemeriksaan post-mortem, data ante-mortem dari keluarga korban, serta metode ilmiah seperti sidik jari, odontologi forensik, dan properti pribadi.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, hingga saat ini tim DVI telah menerima total 50 kantong jenazah. Dari jumlah tersebut, sebagian besar masih dalam tahap pemeriksaan dan pencocokan data untuk memastikan identitas korban secara akurat.
Empat jenazah yang baru berhasil diidentifikasi masing-masing atas nama Awang Sih (70), Wati alias Enok (58), Bayu Nur Cahaya (33), dan Epon (30). Identifikasi keempat korban tersebut dilakukan melalui metode yang berbeda-beda, mulai dari pencocokan sidik jari, pemeriksaan gigi, hingga identifikasi berdasarkan ciri medis dan barang pribadi yang ditemukan bersama korban.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Polda Jawa Barat memastikan seluruh tahapan penyerahan dilakukan sesuai prosedur, dengan tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan pendampingan psikologis bagi keluarga korban.
Bencana longsor di kawasan Cisarua terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Material tanah dan bebatuan dilaporkan menimbun permukiman warga, sehingga menyebabkan puluhan orang tertimbun dan dinyatakan meninggal dunia.
Hingga kini, upaya pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan. Proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, mulai dari kondisi tanah yang labil, cuaca yang belum sepenuhnya membaik, hingga medan yang sulit dijangkau alat berat.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya akibat peristiwa longsor tersebut agar segera melapor dan memberikan data ante-mortem kepada tim DVI. Data tersebut sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses identifikasi jenazah yang belum diketahui identitasnya.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus melakukan evaluasi dan langkah penanganan lanjutan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, mengingat wilayah Cisarua termasuk kawasan rawan bencana. [Syifaa]