regional

PT KAI Berencana Hidupkan Kembali Jalur Rel Tertua Kedungjati-Tanggung

Penulis Ashila Syifaa
Feb 18, 2026
Staisun Kedungjati. (Foto: Wikimedia Commons/Arya klego)
Staisun Kedungjati. (Foto: Wikimedia Commons/Arya klego)

ThePhrase.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana menghidupkan kembali salah satu jalur kereta tertua yang bersejarah, yaitu jalur Kedungjati-Tanggung yang berusia sekitar 150 tahun lebih. Rencana reaktivasi jalur ini akan mendukung konektivitas dan potensi ekonomi di wilayah Jawa Tengah.

Rencana ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah Daerah Operasi 4 Semarang pada Kamis (12/2),Ia meninjau kondisi jalur nonaktif relasi Kedungjati–Tanggung sekaligus memastikan kesiapan operasional menjelang periode Angkutan Lebaran 2026.

Dalam peninjauan tersebut, jajaran manajemen mengevaluasi kondisi stasiun, prasarana perkeretaapian, serta kebutuhan teknis yang diperlukan guna mendukung proses reaktivasi. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh dengan menitikberatkan pada aspek keselamatan perjalanan, kesiapan infrastruktur, dan peluang pengembangan kawasan berbasis ekonomi lokal maupun pariwisata heritage.

"Reaktivasi jalur Kedungjati-Tanggung membuka akses ekonomi baru, memperluas mobilitas masyarakat, dan mendorong pengembangan kawasan yang memiliki potensi di sektor pertanian, kehutanan, serta pariwisata sejarah," ujar Bobby dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/2).

Jalur Kedungjati–Tanggung dikenal sebagai salah satu koridor tertua dalam sejarah perkeretaapian nasional. Reaktivasi jalur ini dinilai strategis karena tidak hanya membuka kembali akses mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menggerakkan sektor pertanian, kehutanan, serta wisata sejarah di wilayah sekitar.

Sejumlah kajian menyebutkan penghidupan kembali jalur legendaris tersebut menjadi bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam memperluas konektivitas transportasi rel yang terintegrasi dengan pertumbuhan wilayah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Grobogan tahun 2025, tingkat pengangguran terbuka tercatat 3,23 persen. Jumlah penduduk di Kecamatan Kedungjati sekitar 45 ribu jiwa dan di Tanggungharjo sekitar 43 ribu jiwa. Dengan menghidupkan kembali jalur ini, diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi, memperkuat distribusi hasil produksi, serta mendorong daya beli masyarakat.

Selain potensi ekonomi, jalur ini juga menyimpan nilai sosial dan budaya yang kuat. Stasiun Tanggung dikenal sebagai salah satu stasiun tertua dengan arsitektur bergaya Swiss Chalet, sementara Stasiun Kedungjati menjadi bagian penting perkembangan awal jaringan kereta api di Indonesia. Pelestarian warisan sejarah tersebut diupayakan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Usai peninjauan lapangan, agenda dilanjutkan dengan rapat koordinasi untuk membahas kesiapan operasional, penguatan sistem keselamatan, serta langkah antisipasi menghadapi lonjakan mobilitas selama masa Lebaran. Melalui upaya reaktivasi ini, KAI menegaskan komitmennya menghadirkan layanan transportasi rel yang aman, nyaman, berkelanjutan, sekaligus memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. [Syifaa]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic