trending

PT MRT Jakarta Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Area Proyek Fase 2A

Penulis Nadira Sekar
Jan 09, 2026
Foto: Pekerjaan MRT Fase 2A (dok. PT MRT Jakarta)
Foto: Pekerjaan MRT Fase 2A (dok. PT MRT Jakarta)

ThePhrase.id - PT MRT Jakarta (Perseroda) resmi memberlakukan manajemen rekayasa lalu lintas di area proyek MRT Jakarta Fase 2A CP 202 Tahap 3 mulai 1 Januari hingga 31 Agustus 2026. Rekayasa lalu lintas ini mencakup kawasan Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, dan Stasiun Mangga Besar.

Pelaksanaan rekayasa lalu lintas dilakukan oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama Shimizu Adhi Karya Joint Venture (SAJV) selaku kontraktor pelaksana. Seluruh pengaturan lalu lintas telah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta serta Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

“Rekayasa lalu lintas di area stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar perlu dilakukan sebagai bagian dari tahapan pekerjaan pada ketiga stasiun tersebut yang menjadi bagian dari paket kontrak CP 202 Fase 2A MRT Jakarta,” ujar Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, Rabu (7/1).

PT MRT Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pekerjaan berlangsung. Perusahaan juga mengharapkan pengertian serta kerja sama masyarakat dalam mendukung kelancaran proyek transportasi massal ini. Aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap menjadi prioritas melalui pemasangan rambu lalu lintas, marka jalan, serta lampu penerangan jalan umum.

“Kami berharap para pengguna jalan dan angkutan umum agar memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan,” katanya.

Rekayasa Lalu Lintas di Stasiun Harmoni

Pada Tahap 3.2 yang berlangsung dari 1 Januari hingga 30 April 2026, akan dilakukan pekerjaan penggalian, pekerjaan stasiun, kanal underpass, serta pembangunan entrance. Selama periode tersebut, arus lalu lintas di Jalan Hayam Wuruk akan bergeser sedikit ke sisi jalan, mulai dari Gedung BPKP hingga Gedung Sandjaja. Sementara itu, lajur kendaraan menuju Monas tetap dipertahankan sebanyak tiga lajur.

Rekayasa Lalu Lintas di Stasiun Sawah Besar

Tahap 3.3.2 berlangsung pada 1 Januari hingga 28 Februari 2026. Pada tahap ini, arus lalu lintas Jalan Hayam Wuruk arah Kota dibelokkan ke sisi kanal dari Alfamart hingga Clover Bakery, kemudian dikembalikan ke sisi tengah jalan.

Memasuki Tahap 3.3.3 yang berlangsung pada 1 hingga 17 Maret 2026, arus lalu lintas Jalan Hayam Wuruk arah Monas dibelokkan ke tengah dari Gedung Clover Bakery dan kembali ke sisi gedung sebelum Jalan Sukarjo Wiryopranoto. Selain itu, arus lalu lintas Jalan Gajah Mada arah Kota dialihkan ke sisi kanal di depan Gedung CIMB Niaga hingga sebelum Gajah Mada Plaza.

Pada Tahap 3.3.4 yang berlangsung dari 18 Maret hingga 30 Juni 2026, arus lalu lintas Jalan Hayam Wuruk arah Monas dibelokkan ke tengah dari Hotel Ibis dan kembali ke sisi gedung setelah McDonald’s. Sementara itu, arus Jalan Gajah Mada arah Kota dialihkan ke sisi kanal dari depan Gedung CIMB Niaga hingga Jalan Zainul Arifin.

Tahap 3.3.5 akan berlangsung pada 1 Juli hingga 31 Agustus 2026. Pada periode ini, arus lalu lintas Jalan Hayam Wuruk baik ke arah Monas maupun Kota dikembalikan ke sisi tengah jalan. Adapun arus lalu lintas Jalan Gajah Mada arah Kota dialihkan ke sisi tengah tepat di area Gedung CIMB Niaga.

Rekayasa Lalu Lintas di Stasiun Mangga Besar

Pada Tahap 3.4.1 yang berlangsung dari 1 Januari hingga 30 April 2026, arus lalu lintas Jalan Hayam Wuruk arah Monas menggunakan satu lajur di sisi kanal dan kembali ke sisi gedung setelah Gedung BRI.

Selanjutnya, pada Tahap 3.4.2 yang berlangsung dari 1 Mei hingga 31 Agustus 2026, arus lalu lintas Jalan Hayam Wuruk arah Monas tetap berada di sisi kanal dan dialihkan ke sisi bangunan setelah ruko Olimo. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic