
Thephrase.id - Puluhan ribu pekerja berpotensi akan kehilangan pekerjaan karena terancam PHK massal. Ancaman PHK ini terjadi karena adanya tekanan terhadap industri yang muncul dari kombinasi masalah politik dan ekonomi global.
7.000 pekerja perusahaan otomotif terancam kehilangan pekerjaan karena perusahaannya akan memindahkan pabriknya dari Indonesia.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal mengatakan 7000 pekerja itu adalah buruh di dua perusahaan otomotif asal Jepang yang akan memindahkan pabriknya ke Vietnam.
"Situasi perang yang tidak menentu membuat prinsipal akan memindahkan ke negara-negara yang lebih produktif dan mengubah diversifikasi produknya,” kata Said Iqbal pada konfeensi pers Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI di Jakarta, Minggu, 21 Juni 2026.
Iqbal mengungkapkan dua perusahaan yang hendak pindah ke Vietnam itu berinisial PT J dan PT S, yang berlokasi di Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur. Kepindahan direncanakan akan dilakukan 1-2 tahun mendatang.
Said menjelaskan selain perusahaan otomotif potensi ancaman PHK massal juga terjadi pada perusahaan yang berorientasi ekpsor. Hal ini disebabkan adanya tekanan kepada industri akibat kombinasi pelemahan permintaan ekspor, lonjakan biaya bahan baku impor, fluktuasi kurs dolar terhadap rupiah, hingga dampak perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
"Akibat perang Iran melawan Amerika dan Israel yang tidak kunjung berhenti dan ada ketidakpastian harga minyak dunia, itu sangat mempengaruhi produksi dari perusahaan-perusahaan terutama yang berorientasi ekspor," kata Said menambahkan.
Salah satu perusahaan itu adalah PT Pakerin di Mojokerto, Jawa Timur sebuah perusahaan pengolahan bubur kayu untuk produksi kertas. Said menyebutkan 2.500 pekerja perusahaan itu terancam akan di PHK.
Perusahaan lainnya adalah PT Feng Tay di Bandung, Jawa Barat. Perusahaan sepatu ini mempekerjakan 17.000 pekerja. Dari jumlah itu, 4.000 pekerja sudah dirumahkan meskipun belum di-PHK. Pekerja lainnya masih harap-harap cemas karena belum ada kepastian orderan baru lagi ke perusahaan.
Pemerintah kata Said, akan melakukan mitigasi masalah yang dihadapi perusahaan yang berpotensi memPHK pekerjanya. PT Amos misalnya, perusahaan garmen di Cilincing, Jakarta Utara itu mulai menemukan titik terang setelah dilakukan koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan.
"Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah bersama KSPI sudah melakukan langkah-langkah mitigasi awal untuk menghindari terjadinya PHK," pungkas Said. (Aswan AS)