features

Purbaya Dipecat, Popularitas Prabowo Terhambat

Penulis Aswandi AS
Sep 17, 2026
Eks Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: kemenkeu.go.id)
Eks Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: kemenkeu.go.id)

ThePhrase.id - Pemecatan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa diyakini akan berpengaruh terhadap popularitas Presiden Prabowo Subainto. Keberadaan Purbaya dalam Kabinet Merah Putih selama ini, ikut mendongkrak popularitas pemerintahan Prabowo-Gibran, karena Purbaya  menjadi salah satu menteri yang disukai publik.

Beberapa indikasi yang menunjukkan Purbaya  Yudhi Sadewa  sebagai figur menteri yang disukai public  di antaranya;

Pertama, Menteri berkinerja terbaik versi anak muda

Survei Muda Bicara 2026 mencatat Purbaya sebagai Menteri berkinerja terbaik.  Dalam survei  yang diadakan pada 1-30 Maret 2026 ini, Purbaya meraih angka 18,50 persen, mengungguli Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 17,80 persen,  Abdul Mu’ti 17,10 persen  dan Amran Suliaman 13,90 persen.  Purbaya disukai anak muda karena komunikatif menjelaskan  kebijakan fiskal kepada publik, berhasil menjaga kesetabilan APBN dan postur keuangan negara di tengah tekanan global.

Dalam survei itu, anak muda juga menilai Purbaya layak menjadi Cawapres pada Pemilu 2029 mendatang.  Kelayakan itu tergambar pada angka yang dicatat Survei Muda Bicara untuk Purbaya di angka 9,80 persen atau peringkat kelima dari 10 orang yang dinilai layak menjadi Cawapres.2029.

Kedua, Menteri dengan popularitas tertinggi

Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) menemukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri paling popular.  Temuan itu tergambar dalam survei IPO pada 27 Juli-3 Agustus 2026. Purbaya paling dikenal dengan angka 43,5%, mengungguli Teddy Indra Wijaya yang memperoleh 41,0% . Di bawahnya ada Menko  Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto  dengan 25,5%, disusul Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Muhaimin Iskandar sebesar 21,9% serta Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian sebesar 12,1%. Sementara itu, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dikenal 8,7% dan Menteri Agama, Nasaruddin Umar meraih 7,5%.

Ketiga, Menteri paling favorit

Sebulan menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya langsung menjadi menteri paling favorit. Hasil riset Indonesia Social Insight (IDSIGHT) mencatat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai sosok paling difavoritkan publik, dengan tingkat penilaian positif mencapai 83,7%.

“Meski baru sebulan menjabat, Menkeu Purbaya menjadi figur paling diapresiasi publik di antara jajaran pembantu Presiden,” kata Direktur Komunikasi IDSIGHT, Johan Santosa, Kamis (23/10/2025).

Analisis IDSIGHT dilakukan berdasarkan tanggapan warganet di berbagai platform media sosial yaitu Instagram, X, Facebook, dan TikTok, selama periode 24 September hingga 3 Oktober 2025.  Menurut Johan, kehadiran Purbaya membawa semangat baru dalam kebijakan fiskal nasional. Gaya komunikatif dan keterbukaan dalam menjelaskan kebijakan dinilai memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Salah satu kebijakan Purbaya yang paling diapresiasi publik adalah penyaluran Rp200 triliun dari saldo anggaran lebih (SAL) kepada bank-bank Himbara untuk pembiayaan sektor padat karya dan UMKM. Program tersebut dinilai memperluas akses kredit produktif dan mendukung penciptaan lapangan kerja baru.

Menteri Koboi

Purbaya masuk ke dalam Kabinet Merah Putih dengan gaya koboi, urakan tapi tepat sasaran. Para pejabat di Direktorat Jendral Bea cukai dan Direktorat Jendral Pajak merasakan aksi koboi Purbaya ketika dia membenahi jajarannya di dua direktorat  itu.  Purbaya datang seperti merobohkan bangunan kokoh dan jaringan kuat yang mengganggu kenyamanan penghuninya. Para penghuni yang terganggu itu mencari cara untuk menyingkirkan Purbaya dari kursi menterinya.  Purbaya pun mengaku, langkah agresifnya ini menjadi salah satu penyebab dirinya diganti.

"Sebagian ada (karena perombakan pejabat). (Karena itu ya, Pak?) Sebagian iya," ujar Purbaya usai sertijab di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Banyak analisa dan narasi yang berkembang seputar penyebab pemberhentian Purbaya. Mulai dari “pemberontakan” jajaran Kemenkeu karena ada  orang-orang Prabowo yang dimutasi Purbaya, laporan keuangan Danantara, beban utang kereta cepat Whoosh, pembiayaan MBG, komunikasi publik yang buruk yang menjadi sentimen negatif pasar dan lain-lain. Sederet alasan dan penyebab yang berhulu pada kekecewaan Presiden Prabowo terhadap Purbaya. Meskipun analisa itu benar dan seperti kejadian sejatinya, tetapi tetap saja semua itu menjadi panggung belakang yang tak diketahui publik.

Sementara di panggung depan, Purbaya terlanjur telah menjadi sosok yang disukai publik yang dianggap dapat membawa harapan di tengah keputusasaan publik terhadap kehidupan ekonomi yang makin mencekik.  Dengan gaya ceplas-ceplosnya, publik meyakini Purbaya dapat mengurai satu-satu benang kusut yang menjerat pendapatan dan daya beli masyarakat.

Itulah sebabnya, berbeda  dengan pemberhentian para menteri sebelumnya, pemecatan Purbaya mengundang banyak reaksi  dan pembahasan mulai dari para ahli sampai rakyat biasa di warung kopi.  Media sosial gaduh dengan unggahan dan komentar netizen yang mempertanyakan pemecatan Purbaya yang dianggap kurang etika.  Purbaya yang sedang rapat dengar pendapat dengan Komite IV DPD RI tiba-tiba diberhentikan lewat telepon. Purbaya pun keluar dari ruang rapat DPD itu sudah bukan Menteri Keuangan lagi.

Spekulasi tentang pemecatan Purbaya ini terus bergulir karena istana tidak memberi pejelasan tentang alasan pemberhentiannya.

"Seharusnya pemerintah memberikan keterangan agar publik tidak berspekulasi,"  kata Analis Komunikasi Politik Unpad, Kunto Adi Wibowo di  Sapa Indonesia Malam, Selasa (15/9/2026).

Unggahan kecil istri dan anak Purbaya di media sosial mengundang banyak reaksi dan komentar  yang mengisyaratkan sosok Purbaya bukan seperti menteri lainnya, yang kepergiannya tak banyak yang menghiraukan. Tidak sedikit netizen yang menyebut penggantian Purbaya tidak akan merubah apa-apa, karena masalahnya bukan terletak pada menterinya  tetapi ada pada presidennya.

Karena itu, pemberhentian Purbaya diperkirakan akan membuat popularitas dan kepuasan terhadap Presiden Prabowo makin menurun. Pemecatan ini menjadi tambahan kekecewaan publik terhadap sikap pemerintah yang ngotot mempertahankan MBG di tengah keracunan massal siswa di berbagai daerah.  Pemecatan itu menjadi  review publik untuk memutar ulang pidato Prabowo tentang kedaulatan pangan dan kedulatan energi, serta sesumbar Prabowo untuk memberantas korupsi sampai ke Antartika. (Aswandi AS)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic