sport

Rahasia Keabadian Pep Guardiola di Manchester City

Penulis Rangga Bijak Aditya
Jan 17, 2026
Pep Guardiola bersiap menjalani derbi Manchester ke-198 di Old Trafford dengan rekor luar biasa sebagai manajer Manchester City. (Foto: Instagram Pep Guardiola)
Pep Guardiola bersiap menjalani derbi Manchester ke-198 di Old Trafford dengan rekor luar biasa sebagai manajer Manchester City. (Foto: Instagram Pep Guardiola)

ThePhrase.id - Pep Guardiola bersiap menjalani derbi Manchester ke-198 di Old Trafford dengan rekor luar biasa sebagai manajer yang telah bertahan melampaui masa jabatan enam pelatih berbeda di kubu Manchester United selama hampir satu dekade kepemimpinannya di Manchester City.

Pertandingan ini akan menjadi debut bagi Michael Carrick sebagai pelatih interim Manchester United setelah pemecatan Ruben Amorim, yang menandai babak baru dalam siklus ketidakpastian yang terus menyelimuti sisi merah kota Manchester.

Sangat kontras dengan kekacauan yang terjadi di Old Trafford, Manchester City tetap menunjukkan ketenangan dan stabilitas luar biasa di bawah komando pelatih asal Spanyol tersebut yang kini tengah mengincar kemenangan ganda di liga.

Skuad asuhan Guardiola saat ini sedang berada dalam tren positif dengan catatan 13 pertandingan tidak terkalahkan di semua kompetisi, sekaligus membuktikan bahwa mereka telah kembali ke bentuk permainan terbaik setelah musim lalu berakhir tanpa trofi mayor.

"Hasil, hasil. Jika Anda tidak menang, Anda dipecat. Kami menang banyak, itulah sebabnya saya duduk di sini. Tidak ada rahasia lain. Di Manchester City, mereka mungkin lebih sabar," tegas Guardiola dilansir dari BBC.

"Itu mendefinisikan klub. Klub lain musim lalu, saya tidak akan berada di sini lagi. Mereka sabar, mungkin dengan apa yang kami lakukan di masa lalu," sambung Guardiola.

"Kami memiliki tiga bulan yang sangat buruk. Masa lalu sangat bagus, jumlah gelar yang kami menangkan luar biasa, jadi itulah sebabnya saya masih di sini," lanjut Guardiola.

Sejarah mencatat bahwa sejak bergabung dengan Manchester City pada Juli 2016, Guardiola telah melihat nama-nama besar seperti Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Ralf Rangnick, Erik ten Hag, hingga Ruben Amorim datang dan pergi dari kursi kepelatihan Manchester United.

Rahasia Keabadian Pep Guardiola di Manchester City
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Foto Instagram Pep Guardiola.

Kini tanggung jawab beralih ke pundak Carrick yang diharapkan mampu menyelamatkan musim Manchester United yang sudah terlempar dari persaingan piala domestik dan tertinggal 17 poin dari pemuncak klasemen Premier League.

Dominasi Manchester City tidak hanya terlihat di papan skor, namun juga tercermin dari statistik penguasaan bola rata-rata sebesar 58,6 persen dan agresivitas gol yang mencapai 45 gol di liga sepanjang musim ini.

Pertahanan Manchester United yang baru mengemas dua clean sheet dari 21 pertandingan liga akan menghadapi ujian berat melawan mesin gol Guardiola yang baru saja menghancurkan Exeter City dengan skor 10-0 di Piala FA.

Kedekatan emosional dan profesional Guardiola dengan petinggi klub Manchester City menjadi fondasi kuat yang memungkinkan sang manajer menghabiskan lebih dari 2 miliar poundsterling untuk belanja pemain selama masa jabatannya.

Meskipun pengeluaran net Manchester City mencapai 957 juta poundsterling (Rp21,6 triliun), angka tersebut masih berada di bawah Manchester United yang telah menghabiskan 1,17 miliar poundsterling (Rp26,4 triliun) dengan raihan trofi yang jauh lebih minim.

Total 18 trofi, termasuk enam gelar Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions pada 2023, menjadi bukti nyata betapa efisiennya investasi yang dilakukan Manchester City di bawah arahan pelatih yang akan genap berusia 55 tahun tersebut.

"Memang begitulah adanya. Saya tidak bisa mengendalikan apa yang telah dilakukan United. Anda tahu sejak hari pertama, pendapat yang saya miliki untuk United. Saya tidak tahu apa yang terjadi karena saya tidak berada di sana," imbuh Guardiola.

Meski Manchester City sangat diunggulkan, catatan statistik menunjukkan bahwa Guardiola kerap menemui kesulitan saat melawan Manchester United dengan raihan poin per gim hanya sebesar 1,74, angka yang lebih rendah dibandingkan saat ia menghadapi tim lain. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic