
ThePhrase.id - Dengan membunuh pemimpin tertinggi Iran, Presiden Amerikat serikat Donald Trump berkeyakinan dapat mematahkan perlawanan Iran dan mengganti pemimpin Iran dengan sosok yang diinginkan oleh Washington.
Namun Trump salah besar, sebab kematian Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi Iran justru menjadi pemantik Iran untuk melakukan serangan balasan dengan unjuk kekuatan militer yang dibangunnya selama ini. Iran pun dengan mudah menunjuk pengganti Ali Khamenei melalui mekanisme sederhana yang tidak perlu waktu lama dan biaya tinggi.
Sebagai negara yang bertahun-tahun berada dalam tekanan Amerika dan sekutunya, Iran sudah mempersiapkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi terhadap para pemimpinya.
Di sisi lain, Ali Khamenei sendiri sudah mempersiapkan calon-calon penggantinya jika dia wafat atau terbunuh. Sebagai ulama, Ali Khamenei memandang kehidupan bukan sesuatu yang rumit yang tergambar dalam beberapa ucapannya di depan publik Iran. Bahkan dia menganggap kematian sama dengan kehidupan yang juga harus dipersiapkan.
“Saya sudah tua, tubuhku tak berharga lagi. Dalam perang ini, aku hanya menonton dari kursi Jika Israel berpikir bahwa dengan membunuhku mereka akan menang, itu adalah kesalahan mereka. Perang ini dipimpin oleh pemuda Iran, dan mereka akan tetap tak terkalahkan. Bahkan jika aku terbunuh, Iran tidak akan dirugikan. Iran berdiri teguh pada moralitas. Iran bukanlah budak siapa pun di dunia ini,“ ujar Ali Khamenei dalam video yang beredar luas dan diunggah lagi di instagram @fokloretive, pada Senin, 2 Maret 2026.
Seminggu pasca meninggalnya Ali Khamenei, putra nomor duanya, Mojtaba Khamenei menggantikannya sebagai pemimpin tertinggii Iran. Mojtaba menduduki posisi itu setelah ditunjuk oleh Dewan Ahli, sebuah struktur di pemerintahan Iran yang terdiri dari para ulama dari berbagai wilayah yang dipilih rakyat Iran melalui pemlilu.
Mojtaba ditunjuk karena dinilai memenuhi kriteria seorang Rahbar atau pemimpin tertinggi berdasarkan konstitusi Republik Islam Iran.
Rahbar dalam bahasa Persia bermakna Pemandu atau Pemimpin. Dia adalah seorang ulama yang sudah mencapai derajat Mujtahid dalam bidang Ilmu fiqih memiliki kecerdasan sosial-politik, bersikap adil dan integritas moral yang teruji, memiliki kemampuan manajerial dan visi memimpin negara.
Selain itu, seorang Rahbar adalah sosok yang setia dan patuh pada prinsip-prinsip Revolusi Islam Iran 1979. Jabatan ini adalah jabatan seumur hidup selama yang bersangkutan dianggap masih mampu menjalankan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya yang dievaluasi secara periodik oleh Majelis Ahli. Pemimpin tertinggi memegang otoritas absolut atas militer, peradilan dan kebijakan luar negeri.
Mojtaba Khamenei adalah Rahbar Iran ketiga sejak Republik Islam Iran berdiri pasca Revolusi Iran 1979 menumbangkan rezim Reza Pahlevi yang sekuler. Dua Rahbar sebelumnya adalah Ali Khamenei dan Rohullah Khomeini. (Aswan AS)