
ThePhrase.id - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep menegaskan komitmen partainya untuk terus berdiri bersama rakyat dalam menentukan arah demokrasi Indonesia, termasuk dalam menyikapi polemik mengenai sistem pemilihan kepala daerah (pilkada).
Hal tersebut disampaikan Kaesang dalam sambutannya pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang digelar di Makassar, Kamis (29/1). Ia mengatakan bahwa pilkada yang sudah digelar sejak tahun 2005, akan terus dievaluasi dalam menjalankan proses demokrasi.
“Kita harus jujur mengakui, pemilihan langsung masih memiliki berbagai kekurangan. Mulai dari praktik politik amplop, hingga persoalan ambang batas pencalonan,” ujar Kaesang di hadapan seluruh kader PSI.
Kaesang menilai regulasi ambang batas pencalonan yang pada awalnya berbasis kursi, beralih menjadi berbasis perolehan suara sah partai politik merupakan bagian dari proses belajar bangsa dalam memperbaiki sistem pemilihan.
“Perubahan demi perubahan dilakukan agar sistem demokrasi kita mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas dan berpihak kepada masyarakat Indonesia,” tukasnya.
Meski demikian, Kaesang berpandangan bahwa partisipasi masyarakat harus tetap menjadi kunci utama dalam menentukan arah sistem pemilu ke depan.
Ia juga menekankan, meskipun PSI saat ini belum memiliki kewenangan menentukan sikap di DPR terkait revisi Undang-Undang Pemilu, sikap partainya akan selalu berpihak kepada rakyat.
“Saya tegaskan, sikap PSI akan selalu satu suara dengan rakyat Indonesia,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kaesang menyebut Rakernas PSI sebagai momentum penting konsolidasi nasional sekaligus tindak lanjut transformasi partai pasca Kongres PSI di Solo.
Transformasi tersebut, kata dia, tidak hanya menyangkut perubahan logo, tetapi juga perubahan cara pandang menjadi partai yang lebih terbuka.
“Partai Super Terbuka adalah jawaban atas tantangan zaman, atas praktik politik tertutup yang menciptakan jarak antara elit dengan anggota, bahkan dengan dan masyarakat,” tukasnya.
Melalui Rakernas, Kaesang meneguhkan PSI sebagai “rumah bersama” bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari buruh, nelayan, petani, hingga pekerja informal. Ia menekankan konsep keterbukaan tersebut akan diperkuat melalui keputusan-keputusan strategis yang dihasilkan dalam Rakernas.
Selain konsolidasi internal, Rakernas PSI juga menetapkan arah kebijakan dan kerja politik partai dalam jangka pendek, menengah, hingga 2029. Agenda tersebut mencakup aksi politik nasional seperti pengawasan anggaran, tata kelola pemerintahan yang adil dan berkelanjutan, serta politik kebhinekaan.
“Yakin dan percayalah, PSI akan menjadi partai yang sangat-sangat besar,” tandasnya. (Rangga)