lifestyleHealth

Ramai Istilah Ngebalon di Sosial Media, Apa Artinya?

Penulis Nadira Sekar
Jan 26, 2026
Foto: Ilustrasi Balon (freepik.com photo by jcomp)
Foto: Ilustrasi Balon (freepik.com photo by jcomp)

ThePhrase.id - Istilah “ngebalon” belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Perbincangan ini mencuat setelah kabar meninggalnya selebgram Lula Lahfah pada Jumat (23/01), yang kemudian diikuti oleh berbagai spekulasi di ruang digital.

Salah satu klaim yang beredar mengaitkan kematian Lula dengan praktik “ngebalon”. Namun, hingga saat ini tidak ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun tenaga medis yang menyebutkan bahwa praktik tersebut menjadi penyebab kematiannya.

Meski tidak berkaitan secara resmi dengan peristiwa tersebut, istilah “ngebalon” mencuat dan memicu rasa penasaran publik. Banyak warganet kemudian mencari tahu arti istilah tersebut.

Lantas apa itu “ngebalon”?

Secara umum, “ngebalon” merujuk pada praktik menghirup gas nitrous oxide atau dinitrogen oksida. Gas ini biasanya tersimpan dalam tabung atau canister yang lazim digunakan sebagai pengisi whipped cream dalam industri makanan. Nitrous oxide juga memiliki fungsi medis, seperti sebagai anestesi ringan atau pereda nyeri dalam prosedur tertentu.

Dalam penggunaan nonmedis, gas ini disalahgunakan karena dapat menimbulkan efek euforia sesaat, rasa rileks, hingga sensasi ringan di kepala. Efek tersebutlah yang membuat sebagian orang menggunakannya untuk tujuan rekreasional.

Risiko dan Dampak Kesehatan

Meski sering dianggap sepele karena berasal dari produk legal, penyalahgunaan nitrous oxide memiliki risiko kesehatan yang tidak ringan. Penggunaan berulang atau dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan pusing, mual, gangguan pernapasan, hingga penurunan kadar oksigen dalam tubuh.

Dalam jangka panjang, penyalahgunaan nitrous oxide juga dikaitkan dengan gangguan saraf, kesemutan berkepanjangan, hingga kerusakan sistem saraf akibat terganggunya penyerapan vitamin B12. 

Bukan Fenomena Baru

Penting untuk dicatat bahwa praktik “ngebalon” bukanlah fenomena baru dan tidak dapat dilekatkan pada profesi, status sosial, maupun gaya hidup tertentu. Penyalahgunaan nitrous oxide telah lama ditemukan di berbagai negara dan dilakukan oleh individu dari beragam latar belakang.

Mengaitkannya secara langsung dengan kehidupan selebgram atau influencer justru berisiko menciptakan stigma yang keliru, seolah-olah praktik tersebut merupakan bagian dari gaya hidup tertentu. Padahal, fenomena ini lebih berkaitan dengan akses, kurangnya pemahaman risiko, serta penyebaran informasi yang tidak utuh.

Perbincangan mengenai “ngebalon” di media sosial menunjukkan bagaimana sebuah istilah dapat dengan cepat menyebar, terutama ketika dikaitkan dengan peristiwa sensitif. Dalam situasi seperti ini, penting bagi publik untuk bersikap lebih kritis terhadap informasi yang beredar serta menunggu klarifikasi dari sumber resmi. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic