sportPiala Dunia 2026

Ramai-Ramai Tuntut Gianni Infantino Lengser dari Presiden FIFA, Nasser Al-Khelaifi Dicalonkan Jadi Pengganti

Penulis Ahmad Haidir
Jul 31, 2026
Presiden Paris Saint-Germain (PSG), Nasser Al-Khelaifi, didorong untuk maju sebagai penantang Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA mendatang. Foto X PSG.
Presiden Paris Saint-Germain (PSG), Nasser Al-Khelaifi, didorong untuk maju sebagai penantang Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA mendatang. Foto X PSG.

Thephrase.id - Gelombang penolakan terhadap rencana FIFA menjual sebagian hak komersial Piala Dunia mulai memunculkan dinamika baru di level politik sepak bola dunia.

Termasuk munculnya dorongan dari sejumlah petinggi sepak bola Eropa agar Presiden Paris Saint-Germain (PSG), Nasser Al-Khelaifi, maju sebagai penantang Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA mendatang.

Laporan Telegraph menyebut sejumlah pemimpin sepak bola Eropa telah berupaya meyakinkan Al-Khelaifi untuk menjadi alternatif kepemimpinan FIFA dalam pemilihan yang dijadwalkan berlangsung tahun depan.

Dukungan tersebut muncul karena Ketua Qatar Sports Investments itu dinilai memiliki peluang paling besar untuk menantang dominasi Infantino yang telah memimpin FIFA sejak 2016.

Situasi memanas setelah FIFA mengumumkan rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah entitas komersial baru yang akan mengelola hak-hak komersial dan penyelenggaraan turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia.

Kebijakan tersebut memicu penolakan dari berbagai pihak karena dinilai berpotensi membuka jalan bagi masuknya investor swasta ke aset komersial paling berharga milik FIFA.

Di tengah meningkatnya kontroversi tersebut, UEFA dijadwalkan menggelar pertemuan darurat bersama asosiasi-asosiasi anggotanya untuk membahas berbagai respons yang mungkin diambil, termasuk kemungkinan memboikot turnamen maupun langkah lain terkait kepemimpinan FIFA.

Seorang petinggi sepak bola yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Telegraph Sport bahwa dirinya siap mendukung siapa pun yang maju sebagai penantang Infantino.

"Saya akan mendukung siapa pun," tegasnya, merujuk pada kandidat yang berpotensi menantang Presiden FIFA asal Swiss tersebut.

Meski namanya terus dikaitkan dengan pencalonan Presiden FIFA, kubu Al-Khelaifi membantah adanya ambisi untuk mengambil alih posisi yang saat ini diduduki Infantino.

"Nasser sama sekali tidak memiliki ambisi, niat, maupun ketertarikan terhadap jabatan di FIFA, dan ia akan terus mendukung secara bijaksana seluruh institusi sepak bola dunia maupun Eropa," beber perwakilan Al-Khelaifi.

Al-Khelaifi selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam industri sepak bola global melalui berbagai jabatan strategis yang diembannya. Termasuk sebagai Ketua European Football Clubs (EFC), anggota Komite Eksekutif UEFA, serta Ketua beIN Media Group yang memegang hak siar sejumlah kompetisi besar di berbagai negara.

Sejak Oktober tahun lalu, pria berusia 52 tahun tersebut juga mewakili EFC dalam pertemuan Dewan FIFA sehingga posisinya semakin dekat dengan berbagai pengambilan keputusan strategis di level internasional.

EFC mengeluarkan pernyataan resmi yang mengungkapkan kekhawatiran serius terhadap rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia, meskipun organisasi tersebut belum secara terbuka menyatakan penolakan penuh terhadap proposal FIFA.

"Sebagai institusi yang mewakili lebih dari 850 klub sepak bola, yang klub-klub anggotanya, para pemain, dan komunitas mereka merupakan bagian fundamental dari sepak bola dunia, termasuk dalam kompetisi FIFA, maka sangat wajar apabila EFC dilibatkan secara penuh dalam konsultasi atas proposal sebesar ini. EFC mengetahui proposal tersebut dengan cara yang sama seperti sebagian besar pemangku kepentingan sepak bola dunia, yakni tanpa pemberitahuan dan melalui media," tulis EFC.

"EFC selalu berupaya bekerja secara kolaboratif dan saling mendukung dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk FIFA, UEFA, konfederasi, asosiasi nasional, liga, asosiasi pemain, dan kelompok suporter," imbuh EFC.

EFC menyerukan ketenangan serta konsultasi yang menyeluruh terhadap seluruh isu yang memengaruhi ekosistem sepak bola, disertai proses tata kelola yang lebih ketat dan transparan untuk melindungi sepak bola dalam jangka panjang. Hanya dengan cara itulah kerangka kelembagaan dan hubungan yang tepat dapat dibangun guna mendorong kesuksesan, stabilitas, dan keberlanjutan sepak bola.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic