
ThePhrase.id - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD mengatakan bahwa aksi roasting yang dilakukan komika Pandji Pragiwaksono terhadap Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka tidak dapat dipidanakan.
Menurutnya, materi yang disampaikan Pandji, yang menyebutkan Gibran ‘ngantuk’ bukan merupakan suatu penghinaan.
“Orang bilang orang (lain) mengantuk itu masa menghina? Misalnya, ‘kamu kok ngantuk?’ Enggak apa-apa, orang ngantuk biasa aja,” ucapnya dalam siniar Terus Terang Mahfud MD di kanal YouTube Mahfud MD Official yang diunggah pada Selasa (6/1).
Kalaupun hal tersebut dianggap menghina, Mahfud menyatakan Pandji tetap tidak bisa dihukum karena roasting tersebut dilakukan sebelum Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang terbaru berlaku.
“Tapi, kalau itu dianggap menghina, khusus untuk kasus Pandji Pragiwaksono ini tidak bisa dihukum, karena ketentuan ini dimuat di dalam KUHP baru yang berlaku sejak tanggal 2 (Januari 2026). (Sedangkan) dia (Pandji) mengatakan bulan Desember (2025),” jelas Mahfud.
Bahkan apabila roasting tersebut kembali viral di kemudian hari, Mahfud memastikan Pandji tetap tidak bisa dipidanakan. Ia menyatakan berani ‘memasang badan’ jika ucapan itu benar-benar naik ke ranah hukum.
“Kalau besok, tahun depan (viral) lagi, ya tetap, peristiwanya itu akan dihitung kapan dia mengatakan itu. Tenang, enggak akan dihukum, Mas Pandji. Tenang, nanti, saya yang bela,” tukasnya.
Adapun Mahfud setuju dan mendukung agar hal tersebut dibawa ke judicial review oleh Mahkamah Konstitusi (MK), agar masyarakat tetap berani menyampaikan kritik maupun sindiran terhadap pemerintah, sehingga demokrasi dan ketatanegaraan tetap berjalan secara konstitusional.
Sebelumnya, seorang komika atau komedian Pandji Pragiwaksono melakukan roasting terhadap Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, mengenai ekspresi Gibran yang dinilai seperti orang mengantuk.
Hal tersebut disampaikan Pandji dalam pertunjukkan Stand Up Comedy bertajuk “Mens Rea”, ketika materi yang dibawakan mengenai masyarakat yang memilih calon pemimpin berdasarkan tampangnya.
“Ada yang memilih pemimpin berdasarkan tampang, banyak. (Misalnya) Ganjar ganteng ya, Anies manis ya, Prabowo gemoy ya, atau Wakil Presiden ya, Gibran ngantuk ya. Ya kayak orang ngantuk kan dia ya?” tutur Pandji, disambut gelak tawa para penontonnya. (Rangga)