trending

Rel MRT Jakarta Fase 1 dan 2A Resmi Tersambung

Penulis Nadira Sekar
Apr 16, 2026
Foto: Sambungan Rel MRT Jakarta (dok. MRT Jakarta)
Foto: Sambungan Rel MRT Jakarta (dok. MRT Jakarta)

ThePhrase.id - Pembangunan MRT Jakarta fase 2A terus menunjukkan perkembangan signifikan. Pengecoran track bed di terowongan arah utara dari Bundaran HI menuju Stasiun Thamrin telah rampung. Tahap ini menjadi momentum penting karena menandai penyambungan rel antara fase 1 dan fase 2A yang dikerjakan di kedalaman sekitar 18 meter di bawah permukaan tanah.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, menjelaskan bahwa pekerjaan selanjutnya akan difokuskan pada pengecoran track bed terowongan arah selatan Bundaran HI–Thamrin. Setelah itu, pengerjaan dilanjutkan pada segmen Thamrin–Monas untuk kedua arah. Penyelesaian pengecoran track bed ditargetkan rampung pada akhir 2026, sedangkan seluruh pekerjaan sipil direncanakan selesai pada akhir 2027 sebelum memasuki tahap integrasi, commissioning, dan pengujian. 

Rel yang digunakan pada proyek fase 2A diproduksi oleh Nippon Steel dengan sistem direct fixation track menggunakan bantalan beton prategang. Struktur ini diklaim memiliki daya tahan hingga 50 tahun serta membutuhkan perawatan lebih rendah. 

Selain itu, proyek juga memanfaatkan bantalan rel berbahan sintetis pada bagian wesel dan persilangan yang lebih ringan serta tahan terhadap air dan bahan kimia. Penyambungan rel menggunakan metode Continuous Welded Rail melalui teknik flash butt welding dan thermit welding untuk memastikan kekuatan sambungan yang optimal. 

Seiring pembangunan jalur, pekerjaan revitalisasi di Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta juga terus berjalan. Revitalisasi mencakup pembangunan ruang multifungsi serta tambahan tiga akses masuk baru, yakni dua di sisi barat dan satu di sisi timur stasiun. Akses tersebut akan dilengkapi tangga, eskalator, dan elevator yang terhubung langsung dengan area pejalan kaki di Jalan M.H. Thamrin. 

Untuk mendukung pekerjaan tersebut, dilakukan rekayasa lalu lintas di Jalan M.H. Thamrin sisi barat mulai 10 April hingga 30 Mei 2026. Sebagian trotoar, satu lajur sepeda, dan sebagian badan jalan digunakan sebagai area kerja sehingga konfigurasi lalu lintas disesuaikan menjadi tiga lajur mixed traffic.

Pengembangan ini merupakan bagian dari konsep transit-oriented development yang diusung PT MRT Jakarta (Perseroda). Stasiun Bundaran HI yang berada sekitar 18 meter di bawah tanah menjadi salah satu stasiun tersibuk dengan rata-rata 450 ribu hingga 500 ribu pelanggan per bulan. Angka tersebut diperkirakan meningkat setelah fase 2A segmen Bundaran HI–Monas ditargetkan beroperasi pada akhir 2027, sementara kelanjutan hingga Kota direncanakan selesai pada 2029. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic