trending

Rencana Pemutaran Film “Pesta Babi” di Papua, TNI AD Imbau Warga Lebih Bijak Menyikapi Informasi

Penulis Rangga Bijak Aditya
May 16, 2026
Kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter “Pesta Babi” karya Dandhy Laksono di Lumajang, Jawa Timur pada Rabu (13/05/26). (Foto: X/Dandhy_Laksono)
Kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter “Pesta Babi” karya Dandhy Laksono di Lumajang, Jawa Timur pada Rabu (13/05/26). (Foto: X/Dandhy_Laksono)

ThePhrase.id - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mengimbau masyarakat agar lebih bijak menyikapi rencana pemutaran film dokumenter berjudul Pesta Babi karya Dandhy Dwi Laksono di sejumlah wilayah Papua.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kekhawatiran adanya potensi penyebaran informasi yang dinilai tidak berimbang kepada publik.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Tri Purwanto mengatakan bahwa masyarakat perlu cermat dalam menerima informasi, terutama terkait konten yang belum melalui proses sensor resmi.

“Kami mengajak warga untuk cerdas dalam memilah informasi. Konten yang tidak melalui proses sensor resmi dikhawatirkan membawa narasi yang tidak berimbang dan berpotensi memicu distorsi informasi di tengah masyarakat,” ujar Tri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/5) dikutip Antaranews.

Ia menegaskan, setiap film yang diputar secara luas kepada masyarakat wajib memenuhi ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, termasuk memiliki Sertifikat Lulus Sensor (SLS) dari Lembaga Sensor Film.

Menurutnya, pemutaran film di ruang publik dinilai tidak tepat apabila belum mengantongi sertifikasi resmi.

Perlu Menjaga Stabilitas Keamanan di Papua

Selain itu, pihak Kodam menilai stabilitas keamanan dan kondisi sosial di Papua harus tetap dijaga, terutama di tengah berlangsungnya berbagai program pembangunan di sejumlah daerah.

Kapendam juga mengingatkan bahwa penyebaran narasi visual yang dianggap tendensius tanpa verifikasi dari pihak berwenang dapat memicu kesalahpahaman di masyarakat.

“Jangan sampai narasi-narasi sepihak membenturkan masyarakat dengan program-program strategis pemerintah yang sejatinya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan di Tanah Papua. Kami mengimbau agar ruang-ruang diskusi dialihkan pada forum yang lebih edukatif, legal dan konstruktif,” tukasnya.

Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi guna memastikan ketertiban umum tetap terjaga.

TNI juga mengajak tokoh masyarakat, adat, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat Papua agar tidak mudah terpengaruh ajakan yang berpotensi mengganggu keamanan wilayah.

“Kami ajak tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda dan seluruh elemen masyarakat Papua agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan yang berpotensi mengganggu keamanan wilayah,” tandasnya. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic